Tuesday, 19 November 2019

Hari Pahlawan, di Polda Kepri Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis

Sabtu, 9 November 2019 — 21:25 WIB
Kapolda Kepualauan Riau (Kepri) Irjen Pol Andhap Budi Revianto menyapa pasien katarak saat pengobatan gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri. (ist)

Kapolda Kepualauan Riau (Kepri) Irjen Pol Andhap Budi Revianto menyapa pasien katarak saat pengobatan gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri. (ist)

BATAM – Sebanyak 152 pasien mengikuti operasi katarak yang digelar Polda Kepulauan Riau (Kepri), di RS Bhayangkara Batam, Sabtu (9/11/2019).

Bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang dihelat Polda Kepri berkerjasama dengan stakeholder terkait ini digelar secara cuma-cuma alias gratis.

Masyarakat pun menyambut antusias kegiatan ini. Tercatat sebanyak 334 orang dari 7 kota/kabupaten di Provinsi Kepri mendaftarkan diri sebagai pasien.

Namun, setelah diverifikasi hanya 152 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan sisanya 182 pasien tidak memenuhi syarat mengingat 101 pterigium (lemak menutupi lensa mata), 43 katarak immatur ( katarak belum matang ), 27 visus baik ( masih tajam penglihatan ) dan 11 hanya iritasi mata.

“152 pasien yang dinyatakan lolos terdiri dari 81 laki-laki dan 71 perempuan. Masing-masing perwakilan dari Kota Batam 97 orang, Kabupaten Karimun 37 orang, Kabupaten Bintan 8 orang, Kota Tanjung Pinang 6 orang dan Kabupaten Lingga 4 orang,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Erlangga dalam keterangannya.

Menurut dia, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Polda Kepri bersama Himpunan Bersatu Teguh, Bala Bentara Indonesia, Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), RS Awal Bros Batam, RS BP Batam, Dinkes Prov Kepri, BP Batam dan Melayu Raya.

“Bakti sosial kesehatan ini  juga diisi penyerahan bantuan mikroskop kepada 6 SMA di Kota Batam serta pemberian plakat dan piagam penghargaan Kapolda kepada Andreas Sofiandi, Andry Wibowo dan 12 dokter spesialis mata,” ungkapnya.

Erlangga mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat, khususnya mencegah kebutaan yang disebabkan katarak.

Dia menyebutkan dari catatan per 2 juta penduduk Indonesia sebanyak 1,5 persennya menderita katarak dan lebih dari 50 persennya kasus mata katarak ini menyebabkan kebutaan dan Indonesia menempati peringkat kedua kasus kebutaan tertinggi setelah Eutopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.

“Dengan resiko serta jumlah tersebut, Polda Kepri dan jajaran serta stakeholder terkait bersama-sama menyelenggarakan kegiatan sosial ini,” tuturnya. (ys/win)