Thursday, 14 November 2019

Di Kebayoran Lama, Jaksel

Pohon Ditebang, Warga Meradang

Sabtu, 9 November 2019 — 14:05 WIB
Petugas sedang melakukan penopingan pohon rawan tumbang.  (wandi)

Petugas sedang melakukan penopingan pohon rawan tumbang. (wandi)

JAKARTA – Menjelang musim hujan sebanyak 1.786 pohon rawan tumbang di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditoping. Penopingan oleh Suku Dinas Kehutanan Jaksel dilakukan selama periode Januari hingga Oktober 2019 dengan tujuan mengantisipasi tumbang saat musim hujan dan diperkirakan disertai angin kencang.

Penopingan ini juga mendapat pro dan kontra dari masyarakat.  Salah satunya Bayu (40), warga Komplek Perumahan Simprug, Grogol Selatan mengaku sangat menyayangkan adanya pembalakan liar pohon di Jalan Simprug Golf 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, karena dibabat habis.

“Penebangan pohon di Jalan Simprug Golf 1, depan Rumah Dinas Kedutaan Besar Brazil ditebang habis, itu dilakukan pada Senin (30/9/2019) malam. Padahal pohon-pohon itu selain sebagai pelindung juga paru-paru kota, kenapa dihabisi,” kata Bayu.

Menurutnya, pembalakan liar pohon palem itu dilakukan oleh petugas berpakaian hijau dengan menggunakan gergaji mesin memotong satu per satu pohon palem dibabat habis.  Ini tentu membuat kawasan tersebut yang awalnya asri karena banyak pohon tapi saat ini jadi gersang.

Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Kehutanan Jaksel, Bambang Muhirdan mengatakan, penopingan ribuan pohon dilakukan dalam rangka program pemeliharaan serta menindaklanjuti laporan atas aspirasi masyarakat. Sebab di kawasan Kebayoran Lama banyak pohon yang sudah rindang dan rawan tumbang.

“Sepanjang Januari-Oktober 2019,  ada sebanyak 1.786 pohon di wilayah Kebayoran Lama telah kami lakukan penopingan. Rata-rata jenis pohon yang ditoping di antaranya pohon mahoni, angsana, dan beringin,” kata Bambang.

Menurutnya, ribuan pohon yang telah dipangkas tersebut di antaranya 98 pohon pada Januari, 174 pohon pada Februari, 212 pohon pada Maret, dan 138 pohon pada April. Kemudian, sebanyak 213 pohon pada Mei, 270 pohon pada Juni, 167 pohon pada Juli, 286 pohon pada Agustus, 152 pohon pada September dan 76 pohon pada Oktober.

“Penopingan ini memang program pemeliharaan kami. Selain itu juga ada dari permintaan dari masyarakat dan permintaan dari instansi pemerintah terkait,” tandasnya. (wandi/ys)