JAKARTA – Proyek pembangunan saluran air Jalan Pancoran Barat XI, RW 04, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, mangkrak. Pembangun saluran air sepanjang 1 Km itu sudah hampir satu bulan ditinggal pihak kontraktor.
“Kalau enggak salah sekitar bulan Oktober sudah enggak ada lagi yang kerjain proyek ini. Tahu kemana pekerjanya, ini ditinggal kabur saja,” kata Imam (45), warga sekitar ditemui, Kamis (21/11/2019)
Imam mengatakan pada awalnya warga sangat senang dengan adanya pembangunan saluran air tersebut. Apalagi, pembangunan saluran yang dilakukan dimulai dari Jalan MT Haryono hingga ke Jalan Mampang. Namun, masalah muncul ketika pihak kontraktor mulai memasang beton pracetak U-ditch dan tanahnya berantakan kemana-mana.
“Nah, setelah mereka (kontraktor) tanam U-ditch, itu tanah bekas galian dibiarkan saja di jalanan,” kata dia.
Akibat tanah bekas galian yang menumpuk di jalanan, kata dia, membuat badan jalan di sepanjang pekerjaan proyek menjadi menyempit. Belum lagi banyak warga yang mengeluh karena akses keluar masuk rumahnya tertutup tumpukan tanah bekas galian.
“Warga rencananya mau lapor ke gubernur atau walikota, biar dipecat itu pejabat dinas terkaitnya,” harapnya.
Sementara, Camat Pancoran Rizki Adhari Jushal saat dihubungi mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya komplain warga sekitar dengan pembangunan saluran yang berantakan. Hanya saja, dia belum mengetahui jika saat ini pengerjaan saluran mengalami mangkrak.
“Jadi nantinya tidak hanya salauran yang dibangun, tetapi jalannya juga akan diperbaiki oleh Sudin Bina Marga. Selama ini jalannya hanya pakai konclok nanti akan di hotmik,” kata Camat Rizki. (wandi/yp)