Sunday, 15 December 2019

Kakek Situa-Tua Keladi Makin Tua Tak Tahu Diri

Minggu, 24 November 2019 — 9:54 WIB
nah ini dia2

Dalam usia 65 tahun Mbah Kabul, masih punya WIL yang merupakan teman di SMA dulu. Ini semua gara-gara reuni. Ny. Asiatun, 60, awalnya tak tahu perselingkuhan suami. Tapi begitu menemukan kwitansi boking hotel dan bercak sperma kering di celana Mbah Kabul, terbongkarlah skandalnya belakangan ini. Kontan Mbah Putri minta cerai.

Reuni bertujuan mempererat silaturahmi, mempererat tali pergaulan yang sudah lama putus. Tapi di banyak kasus, tujuan mempererat pergalan sering  jadi belok ingin menggauli. Jika antara dudu dan janda resikonya tak terlalu besar. Tapi jija salah satu punya pasangan di rumah, bisa timbulkan perang Baratayuda.

Sebagai kakek, Mbah Kabul, sudah memiliki sejumlah cucu. Tapi urusan selangkangan ternyata masih maju juga. Padahal dia susah tidak rosa-rosa macam Mbah Marijan. Ibarat kucing garong tua diberi tulang ayam tua,  sudah  tak bisa berbuat apa-apa. Maka stok yang di rumah sudah jarang disentuh.

Beberapa bulan lalu ada reuni SMA angkatan tahun 1972. Mbah Kabul pun hadir. Senang sekali bisa ketemu teman lama, yang sama-sama sudah kempong peot. Tapi tak disangka, Mbah Kabul ketemu juga dengan Wiwik, 63, yang dulu pernah ditaksirnya, tapi dia merasa minder karena dia anak orang kaya dan pejabat pula. Dari pertemuan itu jadi terungkap bahwa Wiwik kini sudah lama menjanda.

Ee, ternyata Mbah Kabul ingin memanjakan obsesinya di masa muda. Tak dapat mudanya, sudah tua pun jadi. Mulailah lewat HP dia mendekati Wiwik. Gayungpun bersambut. “Lho sampeyan dulu naksir saya to? Kenapa diam saja Mas? Kalau tahu kan saya pertimbangkan. Mungkin kalau jadian sama Mas Kabul, saya sekarang belum menjanda ya, he he he…..” kata Wiwik.
“Nggak dapat mudanya, tua pun jadi.” Kata Mbah Kabul tanpa malu-malu. Dan ternyata Wiwik memberi lampu hijau. Maka keduanya sering jalan berdua. Karena sudah berkoalisi, mesti dilanjutkan dengan eksekusi. Di sebuah hotel, Mbah Kabul mengumpulkan puing-pusing cintanya di masa lalu.

Tapi karena sudah sama-sama tua, Mbah Kabul selalu gagal menyarangkan bulanya di gawang lawan. Sudah ada perpanjangan waktu 15 menit, sampai peluit panjang berbunyi, sayangnya skor tetap sama 0-0. Namun demikian celana dalam Mbah Kabul “basah kuyup” juga. Walaupun begitu lain waktu diulang kembali, tapi skor selalu sama, seperti yang dulu-dulu.

Lama-lama ketahuan Mbah Putri. Dia kaget karena menemukan bercak misterius di celana dalam suami. Padahal dia sudah lama gencatan senjata tanpa sepengetahuan PBB. Mbah Putri semakin curiga, ketika menemukan kwitansi boking hotel, tapi sudah disobek-sobek. Begitu diakurkan, ketemu informasi lengkap.

Mbah Putri mendatangi hotel, tanya bagian resepsionis, apakah benar Mbah Kabul pernah menginap di sini? Petugas hotel membenarkan. Maka setibanya di rumah, Mbah Kabul dinterogasi dengan bukti-bukti yang ada. Di sinilah Mbah Kabul berterus terang bahwa mencoba selingkuh dengan teman lama di SMA. “Tapi selalu gagal kok Ma, pertahanan gawang lawan kuat sekali,” kata Mbah Kabul polos.

Cukup sudah Mbah Putri jadi TGPF. Karena merasa sakit hati, Mbah Putri membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama Surabaya. Meski anak-anaknya melarang Mbah Putri tak bisa dinasehati. Pokoknya harus cerai dan cerai. Dia tak mau punya suami tua-tua keladi, sudah tua kok semakin menjadi.

Sudah sama-sama peot, jadi a lot dan tak lagi hot. (JPNN/Gunarso TS)