Friday, 29 November 2019

Sepanjang 2019, PPKD Jakarta Timur Latih 962 Warga

Jumat, 29 November 2019 — 7:59 WIB
peserta pelatihan PPKD Jakarta Timur saat menerima sertifikat. (Ifand)

peserta pelatihan PPKD Jakarta Timur saat menerima sertifikat. (Ifand)

JAKARTA – Sepanjang 2019, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, di Jalan H Naman, Duren Sawit, melatih 962 peserta. Keseluruhnya diberi modal dengan 15 kejuruan agar bisa bekerja dan menjadi tenaga handal.

Kepala PPKD Jakarta Timur, Ahmad Sotar Harahap, mengatakan selama hampir setahun belakangan ini sudah memberikan pelatihan kepada 962 peserta. “Dan di gelombang terakhir ini kami melepas 220 peserta. Untuk angkatan keempat ini kami hanya melatih peserta di 11 kejuruan,” katanya, Kamis (28/11/2019).

Menurut Sotar, keseluruh peserta yang mendapat modal keterampilan untuk bekerja, dilatih dengan berbagai kejuruan. Mulai dari tata boga, tata graha (perhotelan), tata busana, tata rias, bahasa Inggris, bahasa Jepang, operator komputer, teknik komputer, otomotif sepeda motor, otomotif kendaraan ringan, dan desain grafis.

“Dalam satu gelombang, mereka menjalani pelatihan selama 45 hari yang diberikan para instruktur,” terangnya.

Sotar menambahkan peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, selain memperoleh skill, mereka pun diberikan sertifikat sebagai bukti telah memiliki bekal kemampuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian. “Adanya sertifikat ini kami harapkan akan membuat mereka bisa lebih mudah diterima bekerja,” terangnya.

Tahun depan, sambungnya, PPKD Jakarta Timur akan menambah lagi tiga bidang kejuruan yakni, barista, web developer, dan video editor. Penambahan bidang kejuruan itu sudah melalui berbagai pertimbangan seperti, kebutuhan dunia kerja, usaha, atau industri saat ini. “Apalagi saat ini mulai marak kedai kopi sehingga pihaknya menilai itu perlu untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Sotar menyebut, dengan semakin banyaknya pusat pelatihan yang menghasilkan tenaga siap kerja, diharapkan pengangguran bisa terus berkurang. Terlebih, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI memiliki pusat pelatihan kerja diseluruh wilayah di Jakarta. “Bahkan, pelayanan pelatihan jemput bola dengan program Mobile Training Unit (MTU) juga terus digelar disetiap RW,” terangnya.

Sementara itu, Dinda Cintya, 18, peserta pelatihan kejuruan Bahasa Inggris mengaku sangat beruntung bisa ikut pelatihan di PPKD. Pasalnya, dengan mengikuti pelatihan sangat banyak memberikan manfaat. “Kemampuan berbahasa Inggris saya semakin meningkat, jadi tambah banyak teman juga,” ucapnya.

Ditambahkan Dinda, selama menjalani pelatihan, instruktur di PPKD Jakarta Timur memberikan teknik mengajarnya mudah dipahami. Sehingga ia mengaku ilmu yang didapat sangat berguna untuk masa depannya. “Ini akan menjadi bekal saya. Selain bisa untuk referensi melamar kerja saya juga ada niat untuk kuliah di luar negeri melalui program beasiswa,” tandasnya. (ifand/yp)