Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Friday, 29 November 2019

Waspada, Tawon Ndas Teror Jakarta!

Jumat, 29 November 2019 — 9:21 WIB
TEROR TAWON

JAKARTA – Waspada, Tawon Ndas atau Vespa Affinis meneror ibukota. Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling rawan diserang serangga mematikan tersebut.

Hal tersebut berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI. Kasus terakhir keberadaan tawon Ndas tersebut dilaporkan di sebuah rumah warga di Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu (27/11) lalu. Di hari yang sama, petugas juga menangani dua pengaduan yang sama. Di mana  warga Jatinegara dan Klender melaporkan adanya sarang Tawon Ndas di rumah mereka.

Seperti diberitakan Pos Kota, petugas pun dibuat kewalahan saat mengevakuasi sarang tawon tersebut yang berada di atas atap rumah. Petugas sempat diuber gerombolan tawon tersebut, sebelum berhasil mengavakuasi sarang tersebut.

Ancaman serbuan Tawon Ndas tak ayal membuat warga resah. Mengingat sengatan tawon ini dapat mematikan. Seperti yang terjadi di Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa (26/11) lalu. Suwaryo, 62, dan Endriyati, 45, tewas serang kawanan Tawon Ndas saat melintas di area pemakaman Dukuh Karyomukti, Pemalang.

“Serbuan serangga ini cukup membuat kami resah. Karena memang sengatannya mematikan. Saya berharap adanya langkah dari kelurahan untuk melakukan pemberantasan sarang tawon di permukiman warga,” ujar Erwan, salah seorang warga, Kamis (28/11).

Terkait hal ini, Kepala Dinas Gulkarmat DKI, Subejo, mengatakan pihaknya tidak menganggap sepele ancaman teror Tawon Ndas di rumah warga. Karenanya iapun mengaku telah melakukan pemetaan wilayah yang rawan serangan Tawon Ndas.

“Berdasarkan dari laporan tim yang kami kerahkan terdeteksi Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling rawan diserang Tawon Ndas,” ungkapnya.

Terutama wilayah yang memiliki kepadatan pendudukan yang cukup tinggi. Mengingat tawon ini cenderung membuat sarang di tempat-tempat lembab. “Terlebih saat ini cuaca juga cukup mendukung serangga ini untuk berkembang biak,” imbuhnya.

Karenanya Subejo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) DKI ini menghimbau warga untuk segera melapor bila di rumahnya ditemukan adanya sarang Tawon Ndas. “Jangan ambil langkah evakuasi sendiri. Laporkan ke petugas karena serangga ini memang cukup berbahaya,” tegas Subejo,

Sementara itu, Hari Nugroho, pakar ilmu serangga Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan bahwa Tawon Ndas bukan jenis baru atau tawon asing yang masuk ke Indonesia. Malah, serangga ini telah tersebar di Asia yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia. “Jadi, memang bukan jenis asing atau invasif yang masuk di Indonesia, tetapi memang sejak dulu ada di Indonesia,” katanya.

SENGATAN MEMATIKAN
Sedangkan Peneliti Serangga Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof Rosichon Ubaidillah, menjelaskan   Tawon Ndas merupakan serangga sosial dan sebagai pemangsa serangga dan atau Arthropoda lain. Sengatan dan racun (venom) sebenarnya digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang) oleh siapa pun. Termasuk kepada manusia.

Dalam satu koloni atau satu sarang, bisa terdapat ratusan hingga ribuan individu tawon. Hal inilah yang membuat sengatan Tawon Ndas tidak bisa disepelekan. “Sengatannya  bisa mematikan binatang vertebrata lain atau manusia yang mengganggunya dan apabila jumlah sengatannya cukup banyak, sangat mematikan,” jelasnya.

Dalam konteks sengatan pada manusia, umumnya gejala awal yang timbul berupa rasa nyeri di tempat yang disengat dan nekrosis atau cedera sel yang mengakibatkan matinya sel-sel jaringan hidup.

Tidak hanya itu, reaksi anafilaksis berat juga sangat mungkin terjadi pada mereka yang terkena sengatan ini. Untuk diketahui, anafilaksis adalah suatu reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian.

“Apabila jumlah sengatan cukup banyak yang dilakukan oleh banyak individu tawon atau rame-rame dan manusia yang tersengat memiliki alergi dengan venomnya (racun), bisa fatal alias mati,” tuturnya. (john/ruh)

** Berita ini dimuat di harian Pos Kota terbitan Jumat, 29 November 2019