Tuesday, 10 December 2019

Car Free Day, Tingkat Gang RT

Senin, 2 Desember 2019 — 10:23 WIB
bersepeda

KEGIATAN ini untuk mendorong masyarakat tidak ketergantungan terhadap kendaraan bermotor. Itulah yang disebut  car free day. Atau hari tanpa asap kendaraan. Jadi ya, diharapkan masayarakat yang biasanya genjot pedal gas kendaarannya hari itu pre dulu deh.

Mohon maaf,  jalan-jalan tertentu yang biasa ramai dan padat kendaraan nggak boleh dilewati. Gantinya siapa yag boleh jalan di situ? Ya, warga masyarakat dengan berbagai kegiatan, olah raga jalan santai,dan kegiatan olah rohani lainnya. Pokoknya menyehatkan jiwa ragalahlah. Dan kalau bisa lupakanlah politik-politikan sejenak. Sejukan jiwa raga, tenang, tenang dan tentram.

Jadi yang mau sehat kesitulah nimbrung. Tentu saja, nggak boleh bawa kendaraan bermotor pribadi. Anda harus jalan kaki, kalau jauh ada kendaraan umum yang sudah tersedia.

Di Jakarta, ada bus way, MRT, KRL, Gojek, Grab yang bisa dipesan kapan saja. Pokokna, ada hari yang disebut juga denga car free day, masyarakat bisa berolah raga di jalan  yang biasanya dipadati berbagai kendaraan bermotor, hari itu frey dulu deh. Libur asap kendaraan bermotor dan jalanan jadi arena olah raga dan hiburan. Jadi kalau tiba-tiba jadi konser musik ataua tari, kuliner, pokoknya nikmati aja deh.

Nah, yang unik, sekarang car fee day suah meluas kemana-mana, jadi nggak di kota besar saja. Di berbagai wilayah kota Tangerang juga bikin. Malah sekarang ini meluas sampai ke gang-gang kampung, seperti  di wilayah RT 03/13, Kelurahan Gaga, Larangan. Ya, mereka menggelar car free day, yang digagas oleh pengurus RT dan remaja setempat, Forkit 313.

Dengan menggalang potensi warga, terutama emak-emak mengisi kegiatan di Hari Minggu dengan berbagai kegiatan, senam sehat pagi, menggelar kuliner tradisional yang bisa dinikmati warga. Jadi sehabis senam, lapar bisa jajan, tenu saja dengan harga terjangkau. Mau makan apa disitu? Semua ada. Gorengan tahu tempe,pisang, lontong sayur, olahan singkong, roti, peyek, urab, cimol, pepes ikan, ayam,nasi uduk, kolak, asinan, batagor dan berbagai minuman segar dan nikmat.

“Kegaiatan yang sangat postif untuk warga,” kata Suryono, ketua RT setempat yang diamini koordinator Forkit 313, Firdaus. Kegiatan semacam ini akan dilaksanakan setiap bulan sekali dengan harapan dapat mengelola tenaga warga yang ada. Misalnya,yang punya bakat usaha, ya dagang yang bisa dibeli oleh warga yang juga tetangganya, pokoknya tinggal menikmati olahan sang tetangga. Boleh dong,masa sih kita mau nunggu kiriman gratis terus, sekali-kali harus membeli. Oke?

Ya, inilah yang disebut, eknomi dari warga untuk warga, dari kita untuk kita. Nah, ini mudah-mudahan bisa menular ke warga yang lain. Dari RT ke RT lain, berikutnya tentu saja dengan dukungan para remaja yang punya cita-cita masih jernih. Ayo lah kita belajar usaha mandiri, jangan terlalu berharap pada pemerintah.

Jangan juga berharap jadi PNS,pejabat atau anggota DPR?  Percayalah, mereka punya tanggung jawab yang sangat berat,bekerja untuk rakyat, untuk diri sendiri dan syukur kalau bisa amanah. Kalau nggak kuat pada menyelewengkan jabatan. Sekali lagi, tanggug jawabnya berat, bukan di dunia saja tapi akhirat.

Ayolah mandiri bersama ‘car free day’, menuju masyarakat sehat dan sejahtera.  (massoes)