Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Friday, 06 December 2019

Bermain 10 Pemain, Persija Dilumat Bhayangkara FC 0-3

Rabu, 4 Desember 2019 — 21:54 WIB
Bhayangkara FC. (Instagram @bhayangkarafc)

Bhayangkara FC. (Instagram @bhayangkarafc)

JAKARTA – Tak diduga, Persija Jakarta kalah telak 0-3 saat meladeni derby Ibukota melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1,  yang dilangsungkan di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (04/12/2019).

Macam Kemayoran dengan formasi menyerang, sejak awal menggebrak permainan dan lebih banyak menguasai bola. Namun, tiga gol terjadi di babak pertama, hasil serangan cepat dan kurang siapnya pemain-pemain belakang menahan laju kecepatan Bruno Matos, Adam Alis, dan , Herman Dzumafo.

Babak awal, Persija yang barisan tengah merupakan formasi menyerang, mampu menguasai lapangan tengah. Namun, formasi yang diperkuat Rohit Chand, Joan Tomas, Rahmat Hidayat, dan di depan ada Riko Simanjuntak dan Simic, justru menjadi kelemahan.

Sebab, di kala Bhayangkara menerapkan permainan agak bertahan dan mengandalkan serangan kilat, pemain-pemain Persija itu gagal menahan penetrasi lawan.

Seperti halnya saat terjadinya gol pertama yang dicetak Adam Alis hasil umpan Lee Yoo Jun, pemain-pemain Macam Kemayoran tidak antisipatif dari tengah. Adam Alis lari kencang dan melejit menerima umpan Liu Jun, persis di kotak pinalti lawan., dan dengan gerakan setengah memutar, ia melepaskan tendangan keras, dan gol di menit 22.

Begitu juga gol kedua dan ketiga, semua terjadi berkat serangan cepat Bhayangkara. Pemain-pemain tengah dan belakang Persija tak mampu mengendalikan lawan yang bermain cepat.

Herman Dzumafo yang menggetarkan gawang Andritany di menit ke-28 usai manfaatkan umpan pendek Bruno Matos. Persija Jakarta mencoba membalas tapi serangan mereka selalu terhenti. Malah Bhayangkara FC yang berhasil mengubah skor menjadi 3-0 lewat tendangan jarak jauh Lee Yoo Joon.

Pelatih Edson Tavares mencoba mengatasi situasi dengan mengganti Joan Tomas dengan Heri Susanto, dan menarik  R Prabowo digantikan Ramdani Lestaluhu. Kedua pemain baru ini memang lebih bisa bertahan. Upaya ini berhasil menahan kecepatan penyerang-penyerang Bhayangkara.

Sebenarnya, Persija sudah mendapat peluang-peluang lebih dulu ketimbang Bhayangkara.  Peluang pertama di menit ke-11 terjadi, saat tembakan Joan Thomas yang membentur pemain Bhayangkara masih bisa ditepis Wahyu Tri.

Rohit Chand membuka asa untuk cetak gol buat Persija di menit ke-21. Usai mengecoh pertahanan Bhayangkara, Rohit melepas tembakan keras yang masih bisa ditepis Wahyu Tri.

Pada menit ke-15, giliran Bhayangkara mendapatkan peluang lewat Bruno Matos. Tapi tembakan Bruno masih bisa diamankan Andritany.

Barulah kemudian Bhayangkara mendapatkan peluang setelah Lee You Jun memberi umpan cepat ke Adam Alas yang sudah melaju hingga kotak pinaldi, dan bola berhasil dilesakkan ke gawang Andritany.

Kartau Merah

Petaka terjadi bagi Persija pada babak kedua. Ryuji Utomo yang bertugas mengawal Herman Dzumafo, tampak kesulitan. Pada babak kedua, ia berupaya menghadang Herman yang badannya kekar, tapi upaya itu gagal.

Ryuji mengejar Herman lagi, dia menghalau dari belakang, yang membuat lawan jatuh. Kartu kuning pun harus diterima Ryuji.

Pada kesempatan berikutnya, ia juga berupaya menghalau dengan menarik baju Herman, hasilmya, kembali dia dihukum wasit kartu kuning lagi, yang kemudian berubah jadi kartu merah di menit 56.

Persija mencoba terus menyerang Bhayangkara FC meski dengan 10 pemain. Namun permainan mereka tak terkoordinasi dengan baik dan cenderung kurang kerja sama. Persija membuka peluang lewat Marko Simic di menit ke-68 manfaatkan umpan silang Rohit, tapi sundulannya terlalu lemah.

Hujan yang hampir mengguyur lapangan sepanjang pertandingan juga mempersulit permainan Persija dan juga Bhayangkara FC. Pada 10 menit terakhir, kedua tim seperti kelelahan untuk meneruskan pertandingan. Sampai akhir laga, skor tak berubah. (win)