Tuesday, 10 December 2019

Kencan di Gunung Kemukus, Tak Kaya Malah Mampus

Selasa, 10 Desember 2019 — 7:13 WIB
NID-10-12

KASIHAN nasib Muradi, 54, dari Boyolali, Jawa Tengah, ini. Ziarah ke Gunung Kemukus untuk berburu kekayaan, eh malah dianya mampus duluan ketika kencani wanita kenalan di lokasi. Kata polisi, diduga Muradi serangan jantung mendadak. Sayangnya, siapa teman kancannya tidak jelas, karena dia kabur begitu Muradi wasalam.

Ada kepercayaan bagi peziarah di makam Pangeran Samodra, Gunung Kemukus, dekat Waduk Kedung Ombo Sragen, barang siapa mampu kencani wanita 7 kali  selama 36 hari di lokasi itu, akan kabul pinuwune (dikabulkan doanya) dan jadi kaya mendadak. Benarkah itu? Hingga kini belum ada datanya orang kaya mendadak setelah ziarah ke Gunung Kemukus. Yang jelas, bagi lelaki hidung belang, Gunung Kemukus, adalah medan pemuasan syahwat dengan bukan pasangan resminya.

Muradi hingga usia kepala 5 hidupnya masih dililit kemiskinan melulu. Lalu kemudian ada kenalan yang membisikinya, ada sistim kilat mengubah nasib, yakni dengan ziarah di Gunung Kemukus, Sragen. Bila selama 36 hari, dari Jumat Pon kunjungan pertama, sampai Jumat Pon lagi di bulan berikutnya, berhasil menggauli wanita bukan istrinya sebanyak 7 kali, makan dia akan bisa menjadi kaya mendadak.

Ee, ternyata Muradi percaya hal-hal aneh bin nyleneh tersebut. Malah dia memantapkan dirinya, “biar gempor (7 kali hubungan intim) yang penting nanti bisa tiap hari makan pakai opor, keluar negeri tinggal cari paspor, ekonomi tak pernah tekor.”

Maka pada malam Jumat Pon pekan lalu, benar-benar Muradi ke Gunung Kemukus. Tentu saja kepergiannya tanpa setahu istri, karena pakai kencani wanita segala.

Tiba di Gunung Kemukus Muradi segera berburu teman kencan. Saat mandi bersama di Sendang Ontrowulan, ketemulah dia cewek yang siap menjadi mitra kerjanya. Siapa namanya, tidak penting. Yang jelas dia juga memiliki misi yang sama, sama-sama ingin mencari kekayaan dengan mengumbar kenikmatan.

Ternyata di kampung Pendem tempat berlangsungnya ritual gila-gilaan itu, banyak rumah yang menyediakan kamar untuk kencan secara beradab, bukan lagi di tenpat terbuka dan secara bersama-sama. Nah, Muradi pun segera masuk bersama sang cewek yang nampaknya juga sekel nan cemekel, yang rasanya tentu lebih nendang dan maknyusss.

Tapi Muradi lupa bahwa dirinya juga pengidap jantung. Maka begitu dia “bertarung” dengan sicewek tanpa batasan berapa ronde, detak jantungnya dipacu lebih cepat. Rupanya si jantung tidak kuat, sehingga akhirnya Muradi tewas di medan laga, tepat di atas perut wanita. Si wanita begitu melihat mitra tandingnya tewas, langsung kabur saja, takut jadi saksi ketika menjadi urusan polisi.

Pemilik rumah jadi curiga, kok sampai pukul 03.00 belum juga keluar dari kamar. Begitu dibuka, didapati tamunya sudah meninggal dalam kondisi bugil sempurna, tapa selembar benangpun. Dia segera lapor polisi dan petugas Polsek Sumber Lawang memastikan Muradi meninggal karena serangan jantung. Sayangnya, mitra kencannya tak ditemukan, karena takut jadi saksi dan ikut dapat malu.

Padahal saksi di luar akad nikah, keliru ngomong bisa jadi tersangka. (gunarso ts)