Monday, 21 October 2019

Tokoh Papua di Jakarta Minta Aparat Rasis Dipecat

Jumat, 23 Agustus 2019 — 19:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri), Tokoh Papua Jakarta Baharudin Farawowan, Kapolda metro jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya
Mayjen TNI Eko Margiyono (kanan), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri), Tokoh Papua Jakarta Baharudin Farawowan, Kapolda metro jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono (kanan), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

JAKARTA – Tokoh masyarakat Papua di Jakarta, Baharudin Farawowan, minta Polri menindak tegas aparat kepolisian yang ikut-ikutan melakukan aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

“Pada kesempatan ini, kami meminta kepada TNI dan polisi agar segera bisa menindak polisi dan tentara yang mengeluarkan tindakan rasisme,” ujar Baharudin dalam pertemuan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Tak hanya meminta polisi untuk menindak tegas saja, ia juga meminta agar polisi memecat anggotanya yang terbukti bersalah dan turut serta dalam aksi persekusi dan rasisme tersebut. Hal ini, kata Baharudin, agar kejadian serupa tidak berulang kembali.

“Bila perlu dipecat (anggota TNI/Polri yang melakukan tindakan rasisme) karena yang bersangkutan harusnya menjadi teladan,” serunya.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ada seorang pria menggunakan seragam dinas TNI meneriaki mahasiswa Papua di asrama Surabaya dengan kata-kata tak pantas.

Adapun kerusuhan massa di Papua dan Papua Barat merupakan buntut dari aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiwa asal Papua di sana. Kerusuhan terjadi di Manokwari dan Sorong pada Senin (19/9/2019), serta Fakfak dan Timika pada Rabu, 21 Agustus 2019. (firda/yp)