DEPOK – Warga dan pemakai kendaraan yang setiap hari melintas di kolong jembatan Dipo Rel Kereta Listrik, Kel. Depok mengeluhkan banjir genangan setinggi lutut orang dewasa usai hujan sekitar 2 jam. Pengendara sepeda motor terpaksa harus cari jalan lain.
“Duh…! Banjir lagi, banjir lagi tuh kolong jembatan Dipo. Kita gak bisa lewat deh. Ini gara-gara nggak pernah tuntasnya membetulkan drainase di kolong Jembatan Dipo ini,” keluh Rudi, warga Kampung Cagar Alam, Kelurahan Pitara, Pancoran Mas, Depok, Rabu (28/8/2019).
Menurutnya, pasti setiap hujan lebat dan cukup lama, kolong jembatan terendam, tinggginya air bervariasi mulai 50 cm hingga 1 meter.
Akibatnya pengendara sepeda motor atau mobil warga sekitar tidak dapat melintas. “Banyak motor yang mogok saat melintas di kolong jembatan tersebut,” tuturnya.
Menurut dia, kalau sepeda motor masih bisa mencari jalan alternatif lain lewat jembatan ujung Jalan Raya Cagar Alam, tapi kalau mobil terpaksa harus menginap persis di sekitar turunan jembatan layang atau depan kantor Dipo KRL Depok.
Hal senada dikatakan Herman, warga Ratujaya, Cipayung, menilai kolong jembatan Dipo KRL Depok pasti terendam atau kebanjiran saat hujan karena memang agak rendah.
Kolong jembatan Dipo KRL Depok, tambah dia, merupakan salah satu jalan alternatif warga dari Kampung Cagar Alam, Pitara, menuju Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratujaya, Cipayung.
Mereka melalui jalan tersebut untuk menghindari jalur satu arah di kawasan Jalan Dewi Sartika, Jalan Raya Margonda, Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Nusantara.
Mendapat Bantuan
Sementara itu, warga Kampung Utan, Citayam, yang kebanjiran mendapatkan bantuan dari Tagana Depok untuk mengevakuasi warga yang baru pulang kerja. “Ada satu perahu karet disiagakan membantu warga yang baru pulang kerja ingin ke rumahnya yang kebanjiran, ” ujar Toni, satu petugas Tagana Depok. (anton/win)