DEPOK – Petahana Wali Kota Depok, Muhammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, dipersilakan masuk bursa pencalonan Pilkada Kota Depok 2020 bersama PDI Perjuangan (PDIP).
“Siapa pun dan dari mana pun mereka yang ingin menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2020 dipersilakan mendaftar ke DPC PDI Perjuangan Kota Depok,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendrik T Allo saat resmi membuka penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok 2020, Senin (2/9/2019).
Mereka yang mendaftar ke DPC PDIP nantinya akan diseleksi dan dilakukan fit and proper test untuk memastikan setiap calon sejalan dengan ideologi PDIP dan tidak terpapar paham radikalisme.
“Persyaratan khusus untuk calon nggak ada. Syaratnya WNI, harapannya warga Depok, berideologi Pancasila, sejalan dengan Ideologi partai, tidak terpapar radikalisme dan pemahaman bagaimana membangun Kota Depok harus sama dengan kami,” ujarnya.
Termasuk petahana Wali Kota Muhammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna karena ke dua orang tersebut merupakan dua putra terbaik yang dimiliki Kota Depok. “Siapa pun orang yang mau mendaftar silakan saja termasuk petahana Muhammad Idris dan Pradi Supriatna,” ujarnya.
TIDAK ADA MAHAR
“Untuk dari dalam PDIP sendiri tentunya ada tapi masih dirahasiakan namanya,” imbuhnya yang menambahkan pihak PDIP juga siap berkoalisi dengan partai mana saja termasuk Partai Gerindra Depok yang diketuai Pradi Supriatna.
Masalah penjaringan ini jajaran DPC PDIP Depok membentuk tim 7 untuk melakukan komunikasi dengan pihak manapun. “Lebih tegas lagi bahwa untuk calon yang mendaftar di DPC PDIP dalam penjaringan ini sama sekali tidak ada mahar diutamakan duduk satu meja bagaimana langkah ke depan agar Kota Depok lebih baik lagi,” tegas Hendrik T Allo. (anton/ys)