Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Thursday, 12 December 2019

PMKS Sering Dirazia, Tapi Balik Lagi ke Jalanan

Selasa, 10 September 2019 — 14:41 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, DR. H Ahmad Yani (kiri) saat mendampingi seorang PMKS yang diobati ke RSUD Bekasi. (ist)

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, DR. H Ahmad Yani (kiri) saat mendampingi seorang PMKS yang diobati ke RSUD Bekasi. (ist)

BEKASI –  Keberadaan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di Kota Bekasi memprihatinkan. Di sisi lain, menjengkelkan karena seringkali kembali ke jalanan setelah beberapa kali tertangkap.

“Ya, demikianlah. Kadang prihatin, tapi juga menjengkelkan karena nekad kembali lagi ke jalanan,” kata DR. H Ahmad Yani, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Selasa (10/9/2019).

Disebutkan, para penyandang masalah sosial itu sudah dilakukan dengan berbagai pendekatan. Mulai dari persuasif sampai juga pendekatan langsung razia.

Hanya saja, alasan yang disampaikan seringkali masalah perut. Sehingga, diantaranya beberapa kali terjaring dalam razia.

Petugas Dinas Sosial seringkali menemukan PMKS di jalanan atas laporan masyarakat. Kemudian ditangani sesuai peraturan yang ada, seperti pendataan dan pembinaan. Bahkan, jika mereka sakit dibawa ke rumah sakit untuk diobati sampai sembuh.

Ahmad Yani lalu menceritakan petugasnya membawa seorang gepeng dengan modus ‘manusia cat’. Karena kondisi sakit, dia kemudian dibawa ke RSUD Bekasi. Diobati beberapa hari kemudian sembuh dan dipulangkan.

“Ya, kami membawa ke rumah sakit kalau sakit. Kemudian diusrus sampai sembuh. Tetapi tak jarang ada saja petugas menemukan mereka kembali ke jalanan,” katanya.

Setiap kegiatan seperti ini kemudian dilaporkan ke walikota. “Saya laporkan setiap kegiatan, dan direspon baik,” katanya.

Seperti kondisi PMKS di kawasan Pasar Proyek, yang saat ini masih saja ada mereka di kawasan tersebut. Padahal, petugasnya sudah tidak kurang-kurang dalam menertibkan mereka. Saat siang hari mereka ‘bersih’ namun kemudian muncul saat malam.

Kadinsos menengarai alasan kesulitan ekonomi membuat mereka tidak kapok ke jalanan.

Karena itu ia mengimbau masyarakat tidak memberikan bantuan sosial ke jalanan. Tetapi sebaiknya langsung ke yayasan.

Hal ini, lanjutnya, untuk memberikan terapi  semacam terapi secara mental sehingga bisa mengubah mindset terkait kehidupan di lapangan.

“Mereka berpikir mendingan ke jalanan karena lebih banyak dapetnya. Ini yang membuat mereka balik lagi. Jadi sebaiknya tidak memberi sedekah di jalanan,” katanya.

Sehingga, ke depan diharapkan ada kebersamaan lebih erat antara pemerintah, masyarakat dan elemen peduli sosial untuk menyembuhkan mereka tidak lagi di jalanan. (chotim/tri)