Sunday, 20 October 2019

Saling Menghargai

Kamis, 19 September 2019 — 6:23 WIB

Oleh Harmoko

SERING dikatakan berbeda pendapat, beda pandangan, dan berbeda penafsiran itu  hal yang wajar. Yang tidak wajar itu jika tidak menghargai perbedaan tersebut.

Ungkapan ini mengajak kepada kita untuk saling menghargai satu sama lain, bukan sebaliknya saling menghujat karena adanya perbedaan. Bukan memperuncing perbedaan yang berujung kepada menebar kebencian.

Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, keberagaman merupakan keniscayan. Perbedaan sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri dan dihindari. Bahkan, dapat dikatakan keberagaman sebuah berkah karena mengajarkan kepada kita untuk saling mengenal. Karena adanya perbedaan kita diajarkan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain, baik dilingkup terkecil keluarga,lebih luas lagi dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara.

Sejatinya manusia dilahirkan sudah dalam perbedaan, si kembar pun terdapat perbedaan meski secara fisik sangat mirip, tetapi terdapat perbedaan, apalagi yang non fisik.

Ini sebuah petunjuk perlunya kita menghargai perbedaan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu perbedadaan tidak sebatas menyangkut antarpribadi di kelompok tersebut, tetapi  antarkelompok satu dengan yang lain.

Kita memaknai terbentuknya kelompok didasari atas beragam latar belakang. Ada yang terbentuk karena  faktor kondisi alam, seperti  ikatan geografis, kesukuan, etnis. Karena faktor agama, adat dan budaya serta kepentingan sosial lainnya. Juga kelompok yang sengaja dibentuk karena kepentingan ideologis, bisnis, dan politis.

Meski begitu negeri kita sudah teruji, keberagaman dan perbedaan bukan sebagai penghalang. Bahkan menjadi penguat perjuangan mengusir penjajah hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menjadi renungan kita bersama, mengingat belakangan acap terjadi ego kelompok mencuat yang berakibat kepada munculnya embrio perbedaan. Semakin transparan, jika kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga tak jarang menimbulkan ketersinggungan dan gesekan.

Disinilah kembali dituntut kesadaran untuk saling menghargai guna meredam dan menyingkirkan perbedaan. Kita meyakini dengan kesadaran yang tinggi, apa pun bentuk perbedaan akan dapat disatukan oleh sikap toleransi dan saling menghargai.

Perlu juga ada kesadaran bahwa menjelek – jelekkan orang dan kelompok lain,  bukan lantas orang/kelompok lain itu menjadi jelek. Malah bisa sebaliknya yang dijelekkan menjadi baik, justru yang menjelekkan mendapat citra buruk. Sebaliknya seseorang/kelompok yang mengapresiasi dan menghargai keberadaan serta keunggulan orang /kelompok lain akan menuai penghargaan dari orang/kelompok lain.

“*Manungsa mung ngunduh wohing pakarti*” – kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatanya. Begitulah petuah leluhur.

Ini sejalan dengan telaah para ahli bahwa menghargai orang lain akan menumbuhkan pemikiran yang positif. Menjadikan ketenangan dalam hidup.

Setidaknya ada sejumlah manfaat ketika diri kita menghargai orang lain.

*Pertama*, menempa diri menjadi orang bermartabat.

*Kedua*, makin mampu mengontrol diri dengan baik.

*Ketiga*, menghilangkan ego pribadi.

*Keempat*, memupus prasangka buruk.

*Kelima*, lebih bertanggung jawab

*Keenam*, mencapai kebahagiaan dari yang dibayangkan.

Manfaat seperti ini tidak sulit didapat sepanjang ada kesadaran yang dibarengi dengan ketulusan untuk menjalankannya.

Cobalah bersikap ramah, adil, tidak memihak, tidak menghina, tidak menjelek – jelekkan orang lain.

Berupaya memberi dukungan, memperhatikan kesukaan dan ketidaksukaan orang lain.

Jangan meremehkan orang lain, boleh jadi yang terlihat remeh, suatu saat kelak akan menjadi kuat dan hebat, melebihi kehebatan diri kita sehingga kita yang akhirnya terlihat remeh di mata orang lain.

Tak kalah penting jadilah pemaaf. Minta maaf jika salah, bila perlu terlebih dahulu meminta maaf sebelum dimaafkan. Hendaknya saling memaafkan, bukan saling menyalahkan.

Menutup aib, bukan mengorek aib. Menebar kebaikan, bukan mencari keburukan. Mencari teman, bukan menambah lawan. Itulah makna saling menghargai perbedaan.

Ada satu pesan moral agar kita saling menghargai seperti disampaikan *Benjamin Franklin*, seorang wartawan, penerbit, diplomat, dan dikenal pula sebagai salah satu Bapak pendiri Amerika.

*Franklin *berpesan : *Berlakulah baik kepada temanmu untuk menjaga mereka, dan berlaku baiklah kepada musuhmu untuk mengalahkan mereka.* (*).

Terbaru

Posko Pengaduan Masyarakat (PPM) Kelurahan Glodok.
Senin, 21/10/2019 — 1:44 WIB
PPM Glodok Sepi Pengaduan Warga
Marcus Rashford merayakan gol yang dicetaknya untuk Manchester United. (reuters)
Senin, 21/10/2019 — 0:40 WIB
Diimbangi MU, Liverpool Tak Lagi Menangan
Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)
Minggu, 20/10/2019 — 23:58 WIB
Kelurahan Rawa Bunga kini Miliki 20 Bank Sampah