Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Thursday, 12 December 2019

Bersatus Tersangka, Polisi Pulangkan Dhandy

Jumat, 27 September 2019 — 8:17 WIB
Dandhy Dwi Laksono di Polda Metro Jaya. (ist)

Dandhy Dwi Laksono di Polda Metro Jaya. (ist)

JAKARTA – Penggarap film dokumenter ‘Sexy Killers’, Dandhy Dwi Laksono, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran kebencian.

Kuasa Hukum Dandhy, Alghifari Aqsa, menyampaikan informasi tersebut setelah menemani Dandhy menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Status Dandhy tersangka,” ujar Alghifari di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi tak lantas melakukan penahanan terhadap jurnalis tersebut. Pasalnya, seusai menjalani pemeriksaan hari ini, ia dipulangkan kembali oleh pihak kepolisian.

“Hari ini beliau dipulangkan, tidak ditahan. Kita menunggu proses selanjutnya dari kepolisian,” kata Alghifari.

Ia menyebut, Dandhy dijerat Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok berdasarkan SARA.

(Baca: Setelah Dhandy, Ananda Badudu Ditangkap Polisi)

Sebelumnya, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bidang Advokasi Muhammad Isnur membenarkan perihal penangkapan terhadap Dandhy.

“Iya benar,” kata Isnur dikonfirmasi terpisah.

Isnur mengatakan, Dandhy ditangkap di kediamannya di Pondokgede, Bekasi, Kamis (26/9/2019) pukul 23.00 WIB.

Penangkapan itu berawal dari adanya tamu menggedor-gedor pagar rumah sekitar pukul 22.45 WIB. Ketika dibuka oleh Dandhy, ternyata tamu itu adalah Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, yakni Ipda Fathurroji bersama tiga rekannya.

Selanjutnya, keempat polisi tersebut menunjukkan surat penangkapan untuk Dandhy. “Alasannya ditangkap karena postingan di sosial media Twitter mengenai Papua,” terang Isnur. (firda)

Penggarap film dokumenter ‘Sexy Killers’, Dandhy Dwi Laksono (tengah), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).