Monday, 11 November 2019

Jelang Pelantikan Jokowi-Amin, Polres Serang Gelar Penyekatan

Jumat, 18 Oktober 2019 — 17:36 WIB
Petugas satuan samapta Polres Serang memeriksa  muatan mobil boks menjelang pelantikan Presiden. (haryono)

Petugas satuan samapta Polres Serang memeriksa muatan mobil boks menjelang pelantikan Presiden. (haryono)

SERANG – Usai apel gelar pasukan pengamanan menjelang pelantikan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024, jajaran Polres Serang langsung menggelar operasi cipta kondisi dengan melakukan penyekatan di sejumlah akses menuju Jakarta.

Operasi cipta kondisi dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Serang, di antaranya di stasiun kereta api, gerbang tol Cikande dan Ciujung, Simpang asem serta kediaman Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin di Kecamatan Tanara.

“Operasi cipta kondisi tujuannya mencegah situasi yang tidak diinginkan pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ungkap Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, Jumat (18/10/2019).

Kapolres mengatakan, sasaran operasi ini meliputi pemeriksaan kendaraan pribadi serta mobil boks yang dikhawatirkan membawa barang-barang terlarang serta adanga mobilisasi massa ke Jakarta. Kapolres mengatakan operasi cipta kondisi ini akan dilakukan setiap hari hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden selesai dilakukan.

“Sasaran operasi ini meliputi pemeriksaan kendaraan pribadi serta mobil boks yang dikhawatirkan membawa barang-barang terlarang serta adanya mobilisasi massa ke Jakarta. Sejauh ini situasi masih dalam keadaan aman, tidak ditemukan benda berbahaya atau mobilisasi massa,” terang Kapolres didampingi Kabag Ops Kompol Kosasih.

Kapolres berpesan kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Serang menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dengan tidak terprovokasi dengan segala bentuk berita hoaks yang dapat memecah belah kebersamaan. Selain itu, menolak pada perbuatan atau aksi yang bersifat radikalisme serta terorisme yang menyebabkan perpecahan bangsa Indonesia.

“Saya berharap masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dan tidak terprovokasi dengan segala bentuk berita hoaks dan menolak radikalisme dan anti pancasila demi menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya. (haryono/ys)