Tuesday, 19 November 2019

Selamat Bertugas Jenderal !

Sabtu, 2 November 2019 — 7:49 WIB

TANGGAL 1 November 2019 yang bertepatan dengan hari Jumat kliwon, menambah daftar panjang bagi biografi Idham Azis. Di tanggal itulah pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 ini, dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Di hari itu pula, dinaikkan pangkatnya dari komisaris jenderal menjadi jenderal, dari bintang tiga menjadi bintang empat.

Kita tahu pangkat dan jabatan itu amanah yang harus dijaga, dirawat dan dilaksanakannya sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Dalam konteks, pengangkatannya sebagai pimpinan tertinggi Polri, berarti makin dituntut totalitas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Lebih khusus lagi, sebagai pemelihara kamtibmas, pelindung dan pengayom serta pelayanan masyarakat, juga sebagai alat negara penegak hukum.

Kita meyakini  Kapolri yang baru sangat mampu menjalankan amanah dengan baik dan benar. Banyak pihak menilai, Jenderal Idham Azis tergolong perwira tinggi yang sederhana, merakyat dan low profile. Sedikit bicara, tetapi banyak karya. Reputasinya tak perlu diragukan. Sudah sangat banyak catatan prestasi yang mengiringi perjalanan karirnya baik sebagai anggota Polri maupun kepala keluarga, yang jika diceritakan akan cukup panjang.

Yang pasti dengan mendapat amanah yang baru, mengandung dua konsekuensi. Pertama, semakin bertambah tanggung jawabnya. Kedua, semakin berkurang waktunya untuk keluarga.

Seiring dengan tanggung jawabnya, ditengarai tugas berat kian menghadang karena semakin beragam tantangan tugas yang dihadapi, dan kian kompleksnya permasalahan yang menyangkut tugas – tugas kepolisian.

Tantangan tak sebatas gangguan kamtibmas berupa semakin beragam dan canggihnya tindak kriminalitas, tetapi yang lebih terkini adalah kian terlihat sikap anomali sebagian masyarakat dalam berperilaku sehari –hari. Belum lagi gesekan akibat beda kepentingan, pandangan dan paham yang menyebabkan terjadinya ketersinggungan sebagai embrio terjadinya gangguan kamtibas.

Itulah sebabnya sangat tepat jika sebagai Kapolri yang baru, Jenderal Idham menekankan pentingnya pemantapan Harkamtibmas ( pemeliharaan ketertiban masyarakat). Selain, mewujudkan SDM unggul, penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan dan pengawasan-pengawasan. Tak kalah pentingnya, seperti dikatakan Idham Azis usai disetuji DPR menjadi Kapolri, adalah pemantapan manajemen media.

Bicara mengenai manajemen media, berarti tak lepas dari upaya membangun kemitraan (Partnership Building ) antara Polri dengan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah media masa.

Stretegi seperti ini didasari dari realitas bahwa benih kejahatan dapat dideteksi secara dini, jika masyarakat terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan. Mengedepankan fungsi Binmaspol di semua lini menjadi satu solusi membangun kemitraan, merangkul masyarakat agar bersedia  bahu membahu mengamankan lingkungan.

Tidak kalah pentingnya adalah keteladanan pemimpin kewilayahan mulai dari Kapolda, kapolres, kapolsek hingga kapolpos untuk turun ke lapangan menyambangi, bersilaturahmi dan “bergaul” dengan warga masyarakat.

Menyambangi terlihat sederhana dan biasa, tetapi dari yang biasa ini bisa tercipta hal yang luar biasa, tergantung bagaimana mengemasnya.

Kesederhanaan dan reputasi Jenderal Idham Azis telah teruji. Kita meyakini dari sosok yang sederhana, terdapat kekuatan luar biasa sebagaimana  pepatah “ Orang yang luar biasa itu,sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan.”

Selamat bertugas jenderal! (*).