Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Saturday, 16 November 2019

Polisi Sebar Sketsa Wajah Penyiram Air Keras Kepada 2 Siswi di Kebon Jeruk

Jumat, 15 November 2019 — 20:12 WIB
Sketsa Wajah Tersangka Penyiram Air Keras

Sketsa Wajah Tersangka Penyiram Air Keras

JAKARTA  – Polda Metro Jaya menyebar sketsa wajah aksi teror penyiraman air keras (zat kimia) kepada dua pelajar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sketsa wajah itu tersangka diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, bentuk muka lonjong dan rambut gondrong ikal.

Selain itu, tinggi penyiram air keras itu sekitar 168 cm, hidung sedang, bentuk mata tajam, alis mata tebal, bentuk mata tajam, dan tubuh kurus.

“Kami masih melakukan penyelidikan, kami harapkan informasi dari masyarakat yang mengenali ciri-ciri sketsa wajah pelaku bisa menghubungi Polda Metro Jaya atau kantor polisi terdekat,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto, Jumat (15/11/2019).

Sebelumnya, kasus penyiraman air keras (cairan kimia) tersebut terjadi menimpa dua siswi SMP saat pulang kegiatan ekskul di selokah di Jalan Lapangan Bola, Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, pada Selasa (5/11/2019) lalu.

Korban Aurel mengalami luka cukup serius di bagian bahu, tangan dan badan. Rekannya, Prameswari mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Polisi hingga kini masih memburu penyiraman cairan kimia tersebut dan sudah mengantongi ciri-ciri tersangka.

Kondisi kedua korban kini mulai membaik dan sudah kembali ke rumahnya, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Meski demikian, kulit kedua gadis masih tak lagi mulus, Pramewesti terlihat masih terluka di bagian tangan.

Sementara, Aurel masih menyisakan cukup banyak luka, yakni di kepala Aurel, yakni bibir bawah dan perut. “Sekarang sudah agak baik, tinggal dioles salep saja,” kata Aurel.

Sekalipun membaik, namun keduanya belum  berencana kembali masuk sekolah. Luka bakar yang masih ada membutuhkan pemulihan cukup lama, karena itu pihak sekolah menyarankan agar istirahat.

Polisi sendiri masih mendalami rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di area lokasi penyiraman.

Penyiraman Air Keras ke Nenek

Sementara itu, sebelumnya. kejadian terpisah, seorang Nenek pedagang sayur juga menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (8/11/2019). Korban, Sakinah (60) mengalami luka melepuh di bagian leher dan kepala bagian kanan belakang.

Peristiwa itu terjadi, saat korban ingin pulang melintas seorang diri di Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan. Ketika berjalan mendorong gerobaknya tidak sadar ada yang melempar cairan dari belakang. Setelah beberapa meter korban berjalan baru merasakan panas dibagian lehernya akibat air keras.

“Awalnya saya enggak tahu, tapi lama kelamaan di leher panas dan gatal. Saya baru tahu kulit terluka saat diberitahu warga,” ingat Sakinah.

Sakinah menyadari bagian leher belakang dan kepala bagian kanan belakang lecet memerah akibat siraman cairan kimia. Sakinah sempat membuka baju lantaran tak kuat menahan perih, sembari jongkok lemas, ia meminta tolong warga sekitar.

Kebetulan, karena lokasi yang berdekatan dengan pos keamanan komplek. Warga lantas berbondong menolongnya, ia dibawa ke dokter umum tak jauh dari lokasi yang kemudian merujuknya ke RSU Kembangan.

“Malam itu saya berjalan di kiri, motor dari belakang samping lewat dan pas itu disiram. Saya pikir hujan, karena kejadian begitu cepat. Saya bersihkan aja cairan itu. Kalau pulang habis jualan keliling selalu lewat sana,” ucap Sakinah.

Akibat kejadian itu, Sakinah yang tinggal di Gang Haji Taat No 15 S RT 011/06, Meruya Utara, Jakarta Barat belum bisa berjualan sayuran hingga kini. (ilham/win)