Thursday, 12 December 2019

Pelaku Pembunuhan Makelar Sapi Dengan Kopi Beracun Ditangkap

Minggu, 17 November 2019 — 13:39 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

LAMPUNG – Setelah kabur ke Bangka akhirnya Mulyadi pelaku pembunuhan sadis dua agen sapi di Lampung Tengah, akhirnya ditangkap polisi saat menyamar jadi petani  di Bangka, pada Sabtu (16/11/2019)  petang.

Pelaku hanya bisa pasrah saat diamankan Tim gabungan Satreskrimum Polres Lampung Tengah dan Satreskrim Polres Bangka.

Saat itu dia  bersembunyi di pondok kebun warga di Lingkungan Bedeng Akeh Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Kecamatan Sungailiat

Mulyadi membunuh kedua temannya dengan kopi dicampur racun tikus karena tidak mau membayar 3 ekor sapi yang dipesannya yang diantar ke rumah pelaku.

“Kedua kawan saya ini datang mengantar 3 ekor sapi yang saya pesan. Saya bilang bayarnya nanti kalau sudah dijual, tapi mereka berdua tidak mau, dan minta dibayar cash gak mau diutang. Saya lalu masuk ke dalam bilang sama istri buatkan kopi terus istri dan anak saya suruh masuk kamar jangan keluar kalau mendengar apapun,” jelas Pelaku.

Setelah itu kopi pelaku memberi racun tikus ke kopi kedua temannya. “Saya bilang sama mereka, uangnya lagi disiapin minum kopi dulu. Habis minum kopi mereka sesak lalu saya hantam linggis kemudian saya naikkan motor malam itu juga,  lalu saya buang ke sungai. Satunya lagi saya buang ke hutan dekat sungai juga. Habis itu saya langsung kabur ke Bangka cari kerja buruh tani,” ungkap pelaku di hadapan penyidik.

(Baca: Dua Makelar Sapi Tewas Disuguhi Racun Tikus dan Dibuang ke Sungai)

Sebelumnya diberitakan terungkapnya  2 mayat belantik sapi  ini setelah ditemukan warga. Korban tewas diracun tikus, kemudian dihantam pakai linggis dan mayatnya dilempar ke sungai.

“Menurut pengakuan istri pelaku yakni M bahwa suaminya menyuruh membuatkan kopi lalu melarang istrinya  keluar kamar apapun yang didengar saat tamu datang yakni kedua korban Nur Sodik (35) dan Sukirno (30) warga Desa Rantaufajar, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur ditemukan di Way Punggur, Kampung Bumirahayu, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah,” ujar Kasatreskrim.

Korban Nur Sodik sudah tidak bernyawa saat ditemukan warga di Way Punggur. Kondisi belantik sapi ini terikat tanpa mengenakan busana. Sementara rekannya Sukirno belum ditemukan sampai saat ini.

Istri korban Nur melaporkan suaminya yang tidak  pulang semalam bersama teman suaminya  Sukirno yang pamitan mengantar tiga ekor sapi ke rumah M, di Kampung Bumirahayu, pada pukul 14.30 WIB.

“Saat ini, kita diback up Polda Lampung, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku M.

Jenazah Nur Sodik masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Petugas forensik masih melakukan otopsi,” lanjut Kasatreskrim. (koesma/tri)