Thursday, 12 December 2019

Dimarahi Guru PR Belum Selesai, Murid SD Tewas Lompat dari Sekolahnya

Senin, 18 November 2019 — 6:42 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

CHINA – Lelaki ini berlari secepat yang dia bisa untuk mencapai sekolah anaknya. Namun ia hanya mendapati anak tercintanya tergeletak pingsan di tanah. Saat ia memanggil, putrinya bagai terjaga, memberinya senyuman tapi untuk terakhir.

Tragedi memilukan ini terjadi pada 12 November. Saat itu, Xiao Ru, murid 12 tahun, lompat dari gedung SD di Guangdong, China. Ayahnya yang menerima kabar itu bergegas ke sekolah. Tapi lelaki itu hanya menemukannya putrinya terbaring di tanah dalam keadaan pingsan.

Ayah Xiao Ru kemudian menggambarkan apa yang dilihatnya begitu menyakitkan. Ia melihat putrinya tersenyum untuk terakhir kali ketika dia memanggil namanya.

Anak itu kemudian dilarikan ke rumah sakit. Tapi itu tak bisa menyelamatkannya karena anak itu menderita kesulitan bernapas dan kehilangan banyak darah

Ayah Xiao Ru menangis ketika melihat rekaman CCTV tentang yang terjadi belum kematian putrinya. Ia melihat putrinya diperlakukan seenaknya oleh guru matematika.

Menurut See Hua Daily, semuanya diawali saat jam makan siang. Guru Wang bersikeras untuk memeriksa pekerjaan rumah Xiao Ru sebelum remaja itu makan sama sekali.

Wang melempar buku PR Xiao Ru ke lantai di depan murid. Guru Wang juga berteriak karena anak itu tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Guru bahkan memukul telapak tangan Xiao Ru beberapa kali dengan penggaris. Xiao Ru juga terus dikritis selama 3 sampai 4 menit.

Semua itu dilakukan di depan semua teman sekelas. Para pelajar ini melihat Xiao Ru menangis karena merasa terhina.

Tepat setelah menerima omelan Guru Wang, Xiao Ru keluar dari ruang kelasnya di lantai 4. Ia kemudian melompat dari gedung sekolahnya.
Merasa jengkel dengan kematian anaknya, sang ayah kemudian minta guru 40 tahun yang mengomeli anaknya memberi penjelasan tentang seluruh bencana itu.

Namun, tidak hanya Wang yang tidak menunjukkan diri setelah insiden ini. Sekolah juga tidak dapat memberi informasi yang cukup mengenai sertifikat kualifikasi guru.

Bagaimanapun, guru adalah orang dewasa yang betugas mendidik. Mempermalukan hanya akan membuat anak terluka, bukan membuatnya menjadi pandai. (yp)