Sunday, 15 December 2019

‘Warso’ Warung Solusi Atasi Persoalan Keuangan di lingkungan RW

Selasa, 19 November 2019 — 15:12 WIB
CEO Warso Wahyu Indra (dua dari kiri) bersama warga memperkenalkan warung "Warso" ke masyarakat beji RW. 12. (Angga)

CEO Warso Wahyu Indra (dua dari kiri) bersama warga memperkenalkan warung "Warso" ke masyarakat beji RW. 12. (Angga)

DEPOK – Seorang warga Depok menciptakan peluang usaha kerja baru yaitu Warung Solusi (Warso). Keuntungan dapat dipergunakan dalam mengatasi persoalan keuangan di lingkungan Rukun Warga (RW).

Selaku CEO Warso, Wahyu Indra mengatakan peluang usaha baru yang diciptakan ini merupakan pemecah persoalan mengatasi permasalahan keuangan.

“Kehadiran Warso dapat memperdayakan masyarakat agar mampu memperoleh keuntungan dari usaha yang murah dan gampang,”ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi, Selasa (19/11/2019) siang.

Tujuan mendirikan Warso yaitu untuk memberdayakan usaha sebagai solusi keuangan di dalam pengurus RW.Transaksi dilakukan dengan menggunakan aplikasi android bersama Warung Solusi atau Warso di setiap lingkungan RW di Kota Depok.

“Kami dirikan Warso untuk memberdayakan masyarakat agar mampu memperoleh keuntungan dari usaha yang murah dan mudah,” katanya.

Keuntungan dapat digunakan  untuk membiayai kegiatan warga, PKK, Karang Taruna di lingkungan RW masing-masing. Pendirian Warso dilatarbelakangi pengalaman dirinya yang saat itu menjadi ketua RW 12 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

“Berawal dari kegelisahan bahwa untuk menjalankan roda oraganisasi kepengurusan RW yang sangat minim dan selalu mengandalkan dari iuran warga.Sementara dana penguatan dari Pemerintah Daerah hanya berkisaran dua juta rupiah pertahunnya,” ungkapnya.

Wahyu mengungkapkan padahal dalam kepengurusan RW ada PKK, Karang Taruna dan berbagai macam kegiatan yang harus dijalankan butuh biaya.

Di samping itu, pengetahuan dan kemampuan pencatatan keuangan menjadi salah satu sorotan di setiap pengurus RW.

“Untuk itu kami Warso juga akan memberikan transfer knowledge tentang pencatatan keuangan RW yang lebih baik,” ungkapnya.

Berdasarkan masalah tersebut maka pihak Warso mencoba memikirkan bagaimana menghadirkan bentuk usaha di lingkungan yang mempunyai margin yang cukup besar.

Sehingga bisa membantu kas setiap RW untuk menjalankan roda organisasi, harapannya setelah RW mempunyai dana kas dari usaha Warso akan membentuk koperasi di lingkungan RW masing-masing. Warso menghadirkan penjualan Mie Ayam melalui aplikasi android dengan harga Rp 8000 perporsi.

Dalam setiap porsi sudah ada keuntungan sekitar Rp 4000. “Kita tahu kalau di pasaran harga Mie Ayam seporsinya sudah lebih Rp 10.000 jadi harga mie ayam kami Warso sangat kompetitif,” bebernya.

Untuk saat ini gerobak Warso sudah ada dua pertama di RW 2 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Gerobak yang baru dibuka selama 11 hari ini sudah berhasil meraih pendapatan bersih untuk kas RW mencapai Rp 2,2 juta, sementara target satu bulan pendapatan bersih hanya Rp 3,4 juta.

“Harapan untuk kedepannya kami Warso bisa merambah ke seluruh RW di Kota Depok, Jabodetabek bahkan seluruh Indonesia,” tutupnya. (angga/tri)