Monday, 09 December 2019

Bongkar Sindikat KIR Palsu, Kapolres Jakut ‘Diganjar’ Penghargaan

Kamis, 21 November 2019 — 16:13 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub memberikan penghargaan khusus kepada Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, sebagai apresiasi atas prestasi jajaran Polri yang membongkar sindikat pemalsu buku KIR. (yahya)

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub memberikan penghargaan khusus kepada Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, sebagai apresiasi atas prestasi jajaran Polri yang membongkar sindikat pemalsu buku KIR. (yahya)

JAKARTA – Dirjen Perhubungan Darat- Kementrian Perhubungan, memberikan penghargaan khusus kepada Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi jajaran Polri yang membongkar sindikat pemalsu buku KIR beberapa waktu lalu.

“Khusus yang di Jakarta Utara, saya mewakili Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi atas penindakan yang dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Utara,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Kamis (21/11/2019).

Budi mengatakan, keberhasilan Polres dalam mengungkap kasus ini perlu mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah pusat maupun penegak hukum di wilayah. Sebab, pengelolaan izin KIR berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Kata dia, penghargaan ini akan dijadikan sebagai pelecut dalam meningkatkan kinerja polisi. “Terus terang, saya sedikit kaget karena dipanggil Dirjen untuk dineri penghargaan. Mudah-mudahan ini menjadi pelecut agar kami bisa meningkatkan kinerjanya. Sebenarnya penghargaan ini bukan tujuan kami, karena penindakan itu adalah kewajiban polisi,” katanya.

Menurut Budhi, pemalsuan buku KIR ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 lalu. Sejak saat itu, jumlah korban yang mengalami kerugian ini diperkirakan mencapai ribuan orang.”Mudah-mudahan dengan sinergi ini khususnya dalam menanggulangi kasus pemalsuan buku kir, ke depan negara kita lebih aman. Kemudian kami juga masih mengejar 1 orang DPO yang kita duga sebagai pemasok material KIR,” tukasnya. (yahya/mb)