Tuesday, 10 December 2019

Hmm…. Nikmatnya Kepiting Raksasa Pedas

Kamis, 21 November 2019 — 13:30 WIB
Kepiting raksasa yang diambil dari Raja Ampat, Papua dan Kendari, Sulawesi Utara, yang kondisi airnya masih bersih, jernis dan terbebas dari polusi. (ist)

Kepiting raksasa yang diambil dari Raja Ampat, Papua dan Kendari, Sulawesi Utara, yang kondisi airnya masih bersih, jernis dan terbebas dari polusi. (ist)

JAKARTA – Anda pecinta makanan laut khususnya kepiting? Mau coba nikmatnya kepiting raksasa bebas polusi, yang dimasak dengan bumbu spesial?

Di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, ada restoran yang bisa memenuhi keinginan Anda akan masakan kepiting spesial yang bakal bikin lidah bergoyang lho.

Adalah Cut The Crab yang menawarkan sensasi makan kepiting raksasa yang dimasak sesuai selera Anda. Anda tidak suka pedas? Tinggal pesan kepiting bumbu no spicy. Ingin masakan sedikit pedas, jangan lupa cantumkan medium. Nah, bagi Anda yang memang suka menantang diri dengan masakan pedas, cobain deh kategori triple X.

Helmi, Operating Manager restoran mengatakan, pihaknya menyediakan beragam ukuran kepiting untuk disajikan kepada pelanggan.

“Mulai dari ukuran 300 gram sampai 2 Kg lebih kami sediakan di seluruh restoran Cut The Crab yang ada di empat wilayah Jakarta,” kata Helmi, Kamis (21/11/2019).

Nikmatnya olahan seafo

Menikmati olahan seafood dengan bumbu spesial. (ist)

Ada tiga lokasi restoran yang bisa Anda datangi, yaitu di Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelapa Gading, dan Mangga Besar. Terpenting, kata Helmi, seluruh jenis seafood yang disajikan di Cut The Crab bebas dari bahan kimia atau tidak tercemar zat yang membahayaka tubuh manusia.

Asal Papua

Menurut Helmi, kepiting yang disajikan berasal dari Raja Ampat, Papua dan Kendari, Sulawesi Utara, yang kondisi airnya masih bersih, jernis dan terbebas dari polusi.

“Kepiting yang ukurannya di atas 1 Kg berasal dari perairan Raja Ampat, sedangkan yang di bawah 1 Kg disuplai dari Kendari.”

Ditambahkan,  semua dikirim dari luar pulau Jawa yang kondisi alamnya masih sehat. “Kepiting-kepiting itu dikirim dalam kondisi fresh,” tuturnya.

“Begitu juga dengan menu seafood lainnya seperti lobster, udang, kerang, cumi dan lainnya diambil dari luar pulau Jawa,” tandas Helmi.

Uniknya, sajian seafood yang sudah siap santap dihamparkan di meja beralaskan kertas khusus dan dimakan dengan menggunakan tangan.

“Makannya tidak menggunakan piring atau sejenisnya. Kita hamparkan di meja. Kan seru tuh makan ramai-ramai, berebutan. Heboh deh makannya bareng keluarga, pacar atau teman,” ujarnya. (tiyo/mb)