Saturday, 14 December 2019

Bila Lelaki Seperti Singa, Bunuh Anak Kawini Emak

Senin, 25 November 2019 — 7:07 WIB
NID-25-11

BARUS, 41, kelakuannya sungguh seperti singa. Bukan menggigit, tapi dia tega membunuh anak dari janda Dora, 35, yang diincarnya. Dalam pemeriksaaan polisi, Barus ada kecenderungan agak gila, masak cemburu pada bocah usia 4 tahun. Gara-gara kekejamannya, otomatis Barus gagal jadi nikah, malah masuk penjara.

Dari kisah flora dan fauna disebutkan, singa jantan sebagai raja hutan kejamnya minta ampun. Bukan saja tega membunuh binatang species lain, pada bayi singa dia juga tega memakannya, karena sedang kasmaran pada induk si singa. Ketimbang mengganggu masa bulan madunya, bunuh saja bayi singa habis perkara.

Rupanya kelakuan Barus warga Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, juga seperti itu. Dia yang sedang kasmaran dengan  Dora sangat terganggu dengan ulah balita Togap, 4. Dia ingin bermesraan dengan emaknya, si bocah selalu mengganggu, ada kesan bocah itu tak suka pada Barus.

Barus memang lelaki duda, dan Dora seorang janda punya anak satu. Mereka pacaran sejak beberapa bulan lalu. Namanya duda dan janda tengah berkoalisi, tentunya pengin juga eksekusi. Tapi asal Barus hendak mendekati Dora, balita Togap menangis bahkan mengusirnya.

Jika orang normal, tentu menganggap itu hal biasa. Tinggal bagaimana dia melobi si balita. Barus harus belajar pada Pilpres 2019 tempo hari. Jika di masa itu ada Projo alias Pro Jokowi, kini dia harus menciptakan Pro-Bar. Jika Projo tak jadi bubar setelah diberi jabatan Wakil Menteri, maka agar Togap jadi Pro-Bar, cukup dibelikan kembang gula atau kue-kue.

Tapi ini tak dilakukan Barus, bahkan dia melotot saat digalaki Togap. Maklum, sebagai tukang pangkas rambut, dia tak pernah belajar ilmu jiwa anak sebagai murid sekolah guru seperti SGA dan SPG kemudian. Karenanya komunikasi Barus-Togap semakin memburuk saja.

Saat Dora pergi sebagai buruh gosok pakaian, dia menitipkan Togap kepada calon suaminya. Di sinilah kejengkelan Barus memuncak. Karena dibilangin malah melawan, langsung saja dicekik sampai tewas, lalu ditidurkan di ranjang. Dora saat pulang menjadi curiga, kok Togap tidurnya lama banget. Begitu dibangunkan kok diam saja, baru sadar balita itu sudah meninggal.

“Sudah mati anak itu,” kata Barus datar. Dora membawanya ke Rumah Sakit, dan memang sudah meninggal. Sementara jenazah balita itu divisum, Barus ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku cemburu, karena dia mesra sekali pada ibunya, seperti orang pacaran saja. “Sepertinya Barus ini agak gila, balita kok dicemburui,” kata polisi.

Bukan sepertinya, memang gila betulan, anak kecil kok ditanggapi serian. (gunarso ts)