INDRAMAYU – Jaman sekarang identik serba praktis. Petani atau masyarakat yang mempunyai gabah atau padi yang ingin digiling menjadi beras tak perlu bersusah payah membawa berkarung-karung gabah ke tempat penggilingan gabah atau padi yang terkadang jaraknya relatif jauh.
Sebab, sekarang ini, di desa-desa di Indramayu, Jawa Barat sudah banyak bermunculan usaha penggilingan gabah secara mobile yang menjemput gabah ke rumah dan mengantarkan kembali dalam bentuk beras.
Usaha penggilingan gabah yang mobile itu dirancang dari hasil modifikasi rangka atau sasis kendaraan bekas. Masyarakat menyebutnya “Grandong”.
Grandong ini mengangkut mesin penggilingan gabah yang digerakkan mesin diesel. “Kami siap melayani masyarakat yang ingin menggiling gabah menjadi beras, baik dalam jumlah sedikit, hanya beberapa kilogram maupun dalam jumlah banyak, mencapai ribuan kg,” kata Suwarno (35).
Grandong dibutuhkan masyarakat karena karyawannya melayani antar jemput gabah yang akan digiling dan mengantarkan beras ke alamat rumah menggunakan sepeda motor.
Ditanya mengenai tarif jasa penggilingan gabah, katanya ongkosnya relatif murah. Per kilogram hanya Rp300. Jadi katanya seandainya warga mempunyai gabah 100 kg atau 1 kwintal ongkos gilingnya hanya Rp30.000.
Bagi warga yang sudah jadi pelanggan, cukup menghubungi melalui SMS atau telepon ke karyawan Grandong, nanti gabah akan dijemput di alamat rumah dan diantarkan sudah dalam bentuk beras.
Mengenai kualitas beras hasil penggilingan Grandong ujar Sujadi, 48 warga Kecamatan Indramayu cukup bagus. “Berasnya putih, bersih dari dedak dan menir. Dan yang terpenting gabahnya digiling tidak menggunakan cairan kimia pemutih yang membahayakan kesehatan,” katanya.
Itulah sebabnya kata dia Grandong sangat disukai masyarakat, karena proses penggilingan gabah dilakukan secara alami. Tidak menggunakan campuran bahan kimia pemutih beras.
Jasa penggilingan gabah Grandong ini jumlahnya cukup banyak. Setiap saat hilir mudik melayani jasa penggilingan gabah hingga ke pelosok desa. (taryani/tri)