Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Friday, 29 November 2019

Satgas Mafia Bola Amankan 6 Tersangka Suap Pertandingan Persikasi vs Perses

Kamis, 28 November 2019 — 15:21 WIB
Kepala Satgas Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo, didampingi Dirreskrimum Kombes Suyudi Ario Seto, memberikan keterangan suap bola.(ilham)

Kepala Satgas Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo, didampingi Dirreskrimum Kombes Suyudi Ario Seto, memberikan keterangan suap bola.(ilham)

JAKARTA –  Satgas Anti Mafia Bola Polri mengamankan 4 tersangka kasus suap laga super Jalapa Liga 3 Seri 1 Jawa Barat.

Sebelum pertandingan, Manajer Persikasi Bekasi memberikan uang Rp 12 juta kepada wasit utama beserta perangkat wasit lainnya untuk memenangkan  Persikasi Bekasi vs Perses Sumedang, pada Rabu (6/11/2019).

Keempat tersangka itu adalah MR (57) Ketua Asosiasi Wasit Kabupaten Bekasi, BTR (31) Dokter Tim Persikasi Bekasi), HR (40) Wasit  dan DSP (41) Wasit Liga 1.

Polisi masih memburu 3 tersangka dan masuk DPO polisi, yaitu HN alias Sogong (48) EXCO PSSI Jawa Barat, NS, (46) istri ke 2 Sogong, dan KH (32) Bendahara Pengurus Persikasi.

“Kami masih dalami kasus ini termasuk jumlah uang yang digunakan untuk penyuapan. Modus yang mereka gunakan memberikan uang kepada perangkat wasit pertandingan agar membantu memenangkan timnya,” kata Kepala Satgas Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo, didampingi Dirreskrimum Kombes Suyudi Ario Seto, Kamis (28/11/2019).

Dikatakan, dalam menjalankan aksinya tersangka MR, memberikan uang Rp 8 juta kepada BTR untuk membayar perangkat wasit  pertandingan.

Dan menjanjikan uang Rp 6 juta kepada DSP selaku wasit yang memimpin pertandingan. “BTR ini yang membagikan uang Rp8 juta kepada perangkat wasit. HR, mengetahui bahwa wasit utama DSP menerima uang Rp5 juta dari tim Persikasi Bekasi,” ujarnya.

Tersangka DS yang merupakan wasit utama yang memimpin pertandingan antara Persikasi dan Perses Sumedang. Polisi kemudian menangkap tiga tersangka yang berasal dari manajemen Persikasi Bekasi yakni BP, HR, dan SH. Petugas kemudian melanjutkan penangkapan terhadap MR yang berperan perantara. Yang terakhir ditangkap adalah DS dari Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat.

Tersangka DSP, merupakan wasit yang memimpin pertandingan lalu mengatur jalannya pertandingan sehingga dimenangkan Persikasi Bekasi. Ia mendapat transfer uang Rp. 4 juta dari Kartu Debit BNI milik SHB dan Ikut

menerima uang Rp 1 juta dari total uang Rp8 juta yang dijanjikan BTR untuk perangkat wasit yang bertugas dan mengirimkan uang  Rp 1 juta kepada DS selaku pengawas pertandingan.

Sementara tersangka, SHB (46) manager Tim Persikasi Bekasi memberikan uang Rp 8 juta kepada BTR untuk membantu kemenangan Persikasi Bekasi dan menjanjikan uang Rp 6 juta kepada DSP. Kemudian DS (Pengawas Pertandingan) juga menerima uang Rp 1 juta setelah pertandingan dari BTR.

Dari para tersangka polisi menyita Handphone, Buku Rekening dan ATM. Diketahui, pertandingan antara dua klub itu berlangsung pada 6 November 2019 lalu di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat. Hasilnya Persikasi Bekasi unggul dengan skor 3-2. (ilham/tri)