Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Saturday, 30 November 2019

Bongkar Soal Anggaran Janggal Lem Aibon, William Malah Divonis Bersalah

Jumat, 29 November 2019 — 18:10 WIB
Suasana sidang paripurna DPRD DKI

Suasana sidang paripurna DPRD DKI

JAKARTA  –  Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana dinyatakan bersalah karena mengunggah di media sosial anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020 yang dinilai janggal khususnya pengadaan lem aibon.

Hal itu berdasarkan hasil keputusan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. William sebagai anggota DPRD DKI dinilai tidak proporsional dalam menjalankan tugas. Sesuai aturan tata tertib DPRD DKI pasal 13 anggota legislatif harus adil, profesional, dan proporsional.

William dianggap tidak proporsional karena menanggapi anggaran yang bukan menjadi bidangnya. Anggaran lem aibom masuk ranah anggaran pendidikan di komisi E, sedangkan William berada di Komisi A.

“Mungkin dianggap tidak proposional karena pertama, William bukan anggota komisi E yang tidak membidangi masalah pendidikan,” kata Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Achmad Nawawi saat dihubungi, Jumat (29/11/2019).

William sendiri mengunggah anggaran janggal seperti anggaran lem aibon sebesar Rp 82,8 miliar dan anggaran pengadaan pulpen sebesar Rp 123 miliar yang masuk dalam plafon anggaran milik Dinas Pendidikan.

“Artinya dia tidak proposionallah istilahnya. Lem aibon itu (komisi) E. Kalau dia di B ya perekonomian kalau dia di A kan pemerintahan begitu loh. Pastinya William bukan di E karena saya orang E. Enggak ada disana (William),” ungkap Nawawi.

Atas dasar itu, William dinyatakan bersalah meski kesalahannya tidak fatal atau hanya pelanggaran ringan.

“Akhirnya kita sepakat semua anggota BK itu kalau toh dianggap sedikit ada kekeliruan ya itu kekeliruan kecil karena dianggap tidak proposional aja mungkin.
Laporan yang kami buat seperti itu,” kata dia.

Kendati demikian, seluruh anggota BK mengapresiasi sikap kritis William karena sikap kritis diwajibkan untuk seluruh anggota DPRD DKI tetapi harus adil, profesional, dan proporsional.

“Akhirnya begini,
sepakat semua seluruh anggota BK mengapresiasi kritiknya dia. Itu pertama, anggota Dewan wajib kritis, andaikata ada program gubernur yang tidak pro rakyat umpama, kita kritisi lah harus. Atau mungkin ada anggaran yang ternyata pemborosan atau lain sebagainya, tidak efisien nanti kita kritisi,” ucap Nawawi. (Yendhi)