TANGSEL – Proyek pembangunan jalan layang atau fly over perempatan Gaplek, Pamulang terus dikebut dan diharapkan selesai tahun 2020 mendatang.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) berkaitan dengan proyek jembatan layang Gaplek, Pamulang yang sudah lama dinantikan masyarakat, ” ujar Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Senin (9/12).
Kegaiatan di lapangan terus dikebut dibagian kanan dan kiri jalan dari arah Ciputat menuju Parung mulai dari kantor cabang PLN Ciputat hingga arah Pondok Cabe atau Jl. Raya M. Toha lahan yang dibebaskan sekitar 10,5 meter. Untuk dari arah Jl. Raya Setia Budi menuju Pondok Cabe Udik kanan serta kiri jalan dibebaskan selebar 3,5 meter.
Menurut dia, desain pembangunan jembatan layang perempatan Gaplek seperti di Pattarani, Kota Bandung. Namun, jembatan layang perempatan Gaplek memiliki panjang hampir 1 Km dengan lebar ROW dari arah arah Ciputat ke Parung sekitar 35 meter dari sebelumnya 16 meter.
Sedangkan lebar jalan atau ROW ke arah Pondok Cabe Udik ke Jl. Raya Setia Budi, Pamulang sekitar 17 meter dengan panjang jalan sekitar 150 meter dari simpang Gaplek ke arah cabe udik dan 150 meter dari simpang Gaplek ke arah Pamulang, katanya.
Nilai Proyek Rp 79,9 Miliar
Dana untuk pembangunan jalan layang perempatan Gaplek senilai Rp 98,4 miliar dan nilai kontrak Rp 79,9 miliar dari anggaran APBN 2019 – 2020 karena proyek itu dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penaraan Ruang dan Pemkot Tangsel.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan, proyek pembangunan jalur kendaraan lintas atas atau flyover Gaplek, Pamulang, Kota Tangsel dikebut diharapkan selesai tahun 2020 menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyers dari APBN 2019-2020.
“Progresnya sekarang sudah 20 persen,” ujarnya dengan nilai kontrak paket pekerjaan sebesar Rp 79,919,051,000. Panjang flyover radiusnya mencapai 983,5 meter. (anton/tri)