Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Selasa, 31 Desember 2019

Ibra Azhari dan Medina Zein Dibawa ke Puslabfor Mabes Polri

Senin, 30 Desember 2019 — 22:17 WIB
Ibra Azhari dibawa dari Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menuju Puslabfor Mabes Polri, pada Senin (30/12/2019). (firdha)

Ibra Azhari dibawa dari Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menuju Puslabfor Mabes Polri, pada Senin (30/12/2019). (firdha)

JAKARTA – Artis Ibra Azhari dan adik iparnya, Medina Zein, dibawa ke Puslabfor Mabes Polri, Jakarta Timur, hari ini (30/12/2019).  Keduanya akan melakukan uji rambut guna memastikan kasus penyalahgunaan narkoba yang menyandung keduanya.

“Untuk tes rambut, untuk mengetahui berapa lama sudah dia menggunakan narkotika,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika dikonfirmasi wartawan.

Selain itu, kata Yusri, uji labfor ini dilakukan guna memastikan jenis narkoba apa yang dikonsumsi oleh Medina Zein. Sebelumnya, Medina telah menjalani tes urine dan terbukti positif narkoba.

“Termasuk memastikan yang akurat untuk jenis kimia yang terkandung. Kemarin kan urine positif, ini untuk memastikan lagi,” tegas Yusri.

Ibra dan Medina keluar dari Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.10 WIB. Ibra yang berjalan di depan Medina mengaku kondisinya sehat. Sementara Medina tampak enggan berkomentar.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Narkoba menangkap adik kandung Ayu Azhari, Ibra Azhari, di kediamannya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/12/2019).

Penangkapan terhadap Ibra berawal saat polisi menangkap tersangka berinisial IS, pada Sabtu (21/12/2019) lalu. Dari sana polisi mengetahui kalau seorang pengedar berinisial MH akan mengirimkan narkoba jenis sabu kepada Ibra.

Selanjutnya, polisi pun menangkap MH di hari yang sama. Dan dilanjutkan dengan menangkap Ibra di kediamannya. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 112 dan atau Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (firda/win)