CIREBON – Polres Cirebon Kota melakukan rekonstruksi Kasus penganiayaan yang berujung tewasnya seorang pemuda bernama Mohamad Indra Jaeni (18 tahun) di Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Pada rekonstruksi Senin (26/8/2019) tujuh tersangka dihadirkan untuk memperagakan 22 adegan saat para tersangka menghabisi korban.
Korban Indra sendiri jadi korban penganiayaan oleh sejumlah orang pada 17 Agustus 2019 sekitar pukul 03.00 wib lalu. Korban tewas bersimbah darah setelah dianiaya serta kena tusukan senjata tajam. Korban tewas beberapa saat setelah kejadian karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Rekonstruksi dengan 22 adegan itu berlangsung di halaman belakang Mapolres Cirebon Kota. Rekonstruksi berjalan lancar dan para tersangka memperagakan tiap detail kejadian saat itu.
Ada tujuh tersangka yang dihadirkan penyidik dan empat tersangka lainnya yang kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diperagakan oleh anggota polisi.
Dari 22 adegan pada rekonstruksi itu, terlihat jika korban mengalami kondisi tak berdaya saat sejumlah tersangka mengejarnya. Bahkan korban sempat jatuh ke aspal dan saat itulah korban dihajar oleh para tersangka.
Tak hanya itu, pada saat itu korban sempat juga mengalami penusukan di bagian tubuhnya. Usai menganiaya, para tersangka kemudian pergi. Apalagi mereka melihat jika korban sudah bersimbah darah.
Sementara itu, Penasehat hukum para terdakwa Yanto Irianto SH.MH sempat mempertanyakan keberadaan tersangka Bowo. Kata Yanto, dirinya nama tersangka Bowo saat mendengar pengakuan salah satu tersangka yang saat rekonstruksi itu temannya (Bowo) yang tidak dihadirkan.
“Saat rekonstruksi itu salah satu tersangka bilang bahwa Bowo sebenarnya ada dilokasi kejadian. Saya kaget, karena nama tersangka Bowo tidak pernah saya ketahui sejak saya mendampingi para tersangka,” kata Yanto yang didampingi teman satu timnya Irma Widayanti SH.MH.
Berdasar pengakuan kliennya itu, maka Yanto pun meminta kepada pihak penyidik untuk menghadirkan tersangka Bowo tersebut. “Seharusnya ketika rekonstruksi tersangka Bowo sudah harus dihadirkan,” katanya.
Hal itu penting, sambung Yanto, karena Bowo punya peran cukup dominan hingga kemudian terjadilah penganiayaan itu. “Info terakhir yang kami dapatkan, bahwa tersangka Bowo inilah yang mengajak para tersang lainnya untuk melempari korban yang tengah berkumpul dengan teman-temannya,” ungkapnya. (darman/win)