DEPOK – Dalam demokrasi sekarang siapa pun boleh maju mencalonkan diri menjadi Walikota dan Wakil Walikota, tidak terkecuali aparatur sipil Negara (ASN), asalkan telah siap lahir batin dan seluruhnya. Hal itulah yang menjadi pemikiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono.
“Saya siap maju untuk kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Depok tahun 2020,” tegas Sekda Kota Depok Hardiono, Sabtu (5/10/2019).
Kesiapan pejabat nomor tiga dan menjadi orang nomor satu di birokrasi kepemerintahan Kota Depok tidak datang begitu saja, tapi sudah melalui berbagai pertimbangan, masukan serta saran dari masyarakat di 65 kelurahan yang ada beberapa bulan belakangan ini.
Menurut dia, keinginan maju dalam perhelatan Pilkada tahun 2020 untuk Walikota dan Wakil Walikota Depok karena adanya dorongan dan permintaan masyarakat Depok yang ingin adanya perubahan di Kota Depok.
“Tidak hanya dorongan dari masyarakat namun juga ingin memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Depok setelah mengabdi selama 35 tahun menjadi ASN,” tuturnya.
Selain itu, imbuh dia, bidang keilmuan atau sebagai pegawai negeri selama 35 tahun yang dimilikinya tentunya dapat menjadi modal dalam memberikan pelayanan masksimal ke masyarakat.
“Yang jelas dirinya tentunya sangat beda dengan bakal calon lain yang dari partai politik terlebih dalam memgambil suatu keputusan untuk kepentingan masyarakat banyak khususnya warga Depok yang mencapai 2,5 juta jiwa,” tuturnya.
Sekda Hardiono juga sempat menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok selama tiga tahun. (anton/win)