Friday, 18 October 2019

Gagal Panen Kedelai karena Hujan, Petani 35 Tahun Tenggak Pestisida

Selasa, 8 Oktober 2019 — 7:22 WIB
ilustrasi

ilustrasi

INDIA – Petani 35 tahun berupaya menjemput maut dengan meminum pestisida, Senin (7/10/2019). Ia jengkel karena tanaman kedelai yang siap dipanen rusak setelah turun hujan lebat.

Sanibai, petani itu, tinggal di distrik Agar Malwa, Madhya Pradesh. Ia dilarikan ke rumah sakit karena kedapatan menenggak pestisida. Usai mendapat pertolongan tim medis, nyawanya bisa diselamatkan.

Petani ini punya utang yang mencapai lebih dari Rs 7,00,000 atau lebih dari Rp139 juta. Anggota keluarganya menyebut meskipun mereka mengalami kerugian besar akibat hujan lebat bahkan kehilangan seluruh hasil bumi, namun pemerintah diam saja. Mereka belum menerima bantuan apa pun.

Seperti juga negara bagian lainnya, distrik Agar Malwa diguyur hujan lebar hampir dua kali lipat dari curah hujan rata-rata tahun ini. Banyak tanaman petani rusak, termasuk tanaman kedelai Sanibai.

Sanibai sedih atas hilangnya hasil panen. Ia makin sedih karena tak juga menemukan pekerja lain kecuali bercocok tanam. Namun bertandi di lagan tersisa yang tak tergerus air hujan pun akhirnya tak bisa dipanen, lagi-lagi karena hujan lebat.

Marah pada kondisi itu, ia memutuskan mengakhiri hidup dengan mengonsumsi pestisida yang disimpan di rumah. Insiden itu ini terjadi beberapa hari setelah Virendra, petani 40 tahun dari Begamganj distrik Raisen bunuh diri. Petani ini juga gagal panen karena hujan besar menghancurkan tanamannya.

Madhya Pradesh, terutama bagian barat, mendapat curah hujan lebih banyak hampir 33 persen dibanding rata-rata curah hujan di tempat lain. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan para petani. (yp)