Friday, 08 November 2019

Pacul Masih Impor, Anggota DPR Ini Duga Ada Mafia yang Bermain

Jumat, 8 November 2019 — 7:01 WIB
Anggota DPR Mulyanto dari Fraksi PKS.

Anggota DPR Mulyanto dari Fraksi PKS.

JAKARTA  – DPR merasa prihatin sampai pacul saja harus diimpor dari China, seperti diungkapkan Presiden Jokowi, Rabu (6/11/2019). Jangankan pacul, pesawat terbang N-250 saja dapat  produksi dari dalam negeri kenapa pacul harus impor.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Bidang Industri Pembangun Mulyanto di Jakarta, Kamis sore (7/11/2019), menanggapi telah terjadinya impor pacul dari China.

Bahkan, menurut Mulyanto, patut diduga ada mafia dalam setiap impor untuk mencari keuntungan dari praktik tersebut, sampai pacul saja harus impor dari China.

“Patut diduga ada mafia impor karenanya harus diberantas mafioso impor, agar produk anak bangsa dapat dibela, dilindungi dan dihargai,” terang anggota DPR dari Daerah Pemilihan Tangerang, Banten.

Mulyanto mengatakan, seharusnya pacul, garam, dan beras tak perlu impor, kalau ada keseriusan kita menata-kelola dengan baik perdagangan produksi dalam negeri.

“Ini murni soal perdagangan, bukan soal kapasitas atau kemampuan SDM (sumber daya manusia) kita. Jangankan pacul, pesawat terbang N-250 saja dapat kita produksi dan terbangkan,” ucap Mulyanto.

Karenanya, lanjut Mulyanto, menjadi urgen bagi pemerintah untuk menata produk dan pasar dalam negeri kita, bahkan strategi industri substitusi impor (ISI) terus kita galakan, agar devisa kita tidak terkuras untuk biaya impor serta defisit transaksi berjalan tidak semakin lebar.

Ia menambahkan di tengah defisitnya neraca perdagangan Indonesia, seharusnya impor agar dapat dibatasi dan bagaimana mungkin memperbaiki neraca perdagangan itu kalau pacul saja harus impor.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap adanya kebijakan impor pacul(cangkul) oleh sejumlah importir dalam negeri. Menurut dia, kebijakan impor cangkul di saat neraca perdagangan nasional defisit tidaklah tepat. (johara/win)