Tuesday, 12 November 2019

Proyek Pembangunan Trotoar dan Lubang Utilitas Belum Memiliki Amdal Lalu lintas

Jumat, 8 November 2019 — 3:16 WIB
Petugas kepolisian saat tengah mengatur kendaraan yang terjebak macet di Jalan Otista. (Ifand)

Petugas kepolisian saat tengah mengatur kendaraan yang terjebak macet di Jalan Otista. (Ifand)

JAKARTA  – Proyek pembangunan trotoar dan Utilitas di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, ternyata belum memiliki Analisis Dampak (amdal) Lalulintas. Akibat hal itu, sejak dibuatnya lubang yang berada di tengah jalan, tak ada rekayakasa lalulintas hingga pemasangan rambu.
Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Suhli mengatakan, proyek pembangunan yang saat ini menjadi penyebab kemacetan sama sekali belum ada upaya kordinasi.
Karena itu, pihaknya belum bisa melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari. “Belum ada surat yang kami terima, karena itu anggota yang bertugas hanya mengurai kemacetan saja,” katanya, Kamis (7/11).
Suhli mengatakan, seharusnya proyek pembangunan yang memakan badan jalan itu memiliki amdal Lalulintas. Sehingga, rekayasa bisa dilakukan pihaknya untuk mengatasi kemacetan yang ada. “Rekayasanya nanti MCB yang di jalur busway kita bisa angkat, kita pasang rambu di beberapa titik. Banyak upaya yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Selama beberapa hari belakangan ini, sambung Suhli, akibat proyek pembangunan trotoar dan lubang utilitas kemacetan mengular hingga sepanjang tiga kilometer. Dimana antrian kendaraan terjadi di Jalan MT Haryono hingga wilayah Pancoran, dan di lampu merah Jamnil, Jalan Dewi Sartika. “Akibat kemacetan ini pun menjadi sorotan, karena di jalur kendaraan mampet di jalur protokol,” ungkapnya.
Saat ini, Suhli mengaku, pihaknya setiap hari menyiagakan empat personilnya si lokasi untuk mengurai antrian kendaraan. Pasalnya, kemacetan parah kerap terjadi dan sudah beberapa hari ini dikeluhkan pengguna jalan.
“Karena kan di jalur ini yang sebelumnya ada tiga lajur, kini hanya tersisa satu lajur dan harus dilintasi ribuan kendaraan bermotor,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Proyek Galian Utilitas, Ahyani mengatakan, terkait proyek pembangunan yang tengah ia kerjakan, ia mengakui tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian saat melakukan penutupan sebagian jalan.
“Sejauh ini memang tidak ada surat menyurat dengan pihak kepolisian tentang proyek tersebut sehingga menimbulkan kemacetan panjang,” ujarnya.
Ahyani juga mengakui proyek yang dikerjakan dari proyek Dinas Bina Marga itu, juga belum ada perencanaan. Sehingga pembuatan lubang yang saat ini dilakukan penggalian di tengah jalan, hanya mengikuti garis lurus dari yang sebelumnya.
“Kami hanya meneruskan proyek sebelumnya. Proyek galian utilitas sendiri belum dianggarkan dan kabarnya baru akan dilaksanakan tahun mendatang atau tahun tahun berikutnya,” ungkapnya.
Karena belum ada perencanaan, Ahyani mengatakan akan menutup lubang di tengah jalan yang selama ini dikeluhkan. Kamis (7/11) empat lubang yang ada akan langsung dilakukan. “Alat berat yang ada di jalan juga akan kami pindahkan agar arus lalulintas bisa kembali normal,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan trototar dan lubang utilitas di sepanjang Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali di keluhkan warga.
Pasalnya, proyek pembangunan yang sudah mendekati Jalan Dewi Sartika, menimbulkan kemacetan yang luar biasa karena kendaraan mengurai hingga sepanjang 3 kilometer akibat lubang yang gali ditengah jalan. (Ifand/win)