Tuesday, 19 November 2019

Maulid Nabi di Istana, Wapres Ma’ruf Sambutan di Depan Jokowi

Sabtu, 9 November 2019 — 11:19 WIB
Presiden Jokowi bersama Wapres KH Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta. (ist)

Presiden Jokowi bersama Wapres KH Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta. (ist)

JAKARTA – Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh perubahan yang luar biasa dan mampu mengubah masyarakat di zamannya menjadi masyarakat yang memiliki semangat juang tinggi.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019) malam.

Acara itu juga dihadiri Presiden Jokowi dan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam serta para duta besar dari negara sahabat.

Sedangkan ceramah Maulid Nabi bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Indonesia Unggul dan Maju” disampaikan Guru Besar UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A.

Ma’ruf menambahkan perubahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad tersebut ialah perubahan yang menyentuh manusianya di mana Rasulullah menanamkan perubahan akidah, cara berpikir, dan perilaku masyarakat.

“Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itulah yang ingin kita contoh dan teladani dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. Mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara yang berpendapatan tinggi, mengubah Indonesia menjadi Indonesia Maju,” imbuhnya.

Dia mengatakan Indonesia maju ialah bergantung pada sumber daya manusianya. Maka itu, pemerintah menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam lima tahun mendatang.

“Mudah-mudahan semangat Rasulullah SAW akan memberikan inspirasi dan merupakan dorongan semangat dalam rangka kita membangun Indonesia ke depan,” tutur Wakil Presiden.

Abdul Djamil dalam tausiahnya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad selaku teladan umat mampu memimpin dan menjadikan umat untuk mengubah orientasi kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama.

“Teladan yang ditunjukkan Rasulullah tersebut menjadi ikon transformasional yang berkaitan dengan perkembangan peradaban dewasa ini yang menuntut kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk kemajuan dan keunggulan bangsa,” kata Abdul Djamil.

Ia menegaskan artikulasi tokoh sentral seperti Nabi Muhammad dapat dipandang sebagai ikon panutan dalam memimpin umat yang percaya diri di tengah-tengah tantangan. (johara/ys)