Saturday, 14 December 2019

Pembangunan Trotoar dan Lubang Utilitas di Otista Raya ditunda

Senin, 11 November 2019 — 9:10 WIB
Kondisi jalan Otista Raya, Jatinegara, yang macet akibat proyek pembangunan. (Ifand)

Kondisi jalan Otista Raya, Jatinegara, yang macet akibat proyek pembangunan. (Ifand)

JAKARTA – Belum memiliki perencanaan, proyek pembangunan lubang utilitas di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, akhirnya ditunda tahun depan. proyek yang menutup jalan  ini juga dikeluhkan warga karena menjadi penyebab kemacetan parah.

Kasatpel Bina Marga Kecamatan Jatinegara, Cahyo Edi Wibowo mengatakan, pelaksanaan proyek lubang utilitas itu akan ditunda hingga tahun depan. Rencananya, proyek yang dibawahi oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta itu akan dikerjakan berbarengan dengan proyek pelebaran trotoar. “Ditunda dulu, karena nanti tahun depan akan dikerjakan berbarengan dengan pembangunan trotoarnya,” katanya, Minggu (10/11).

Dikatakan Cahyo, berdasarkan blue print proyek, pengerjaan galian lubang utilitas sebenarnya berada tepat di sebelah trotoar yang belum dikerjakan. Namun, pembangunan malah dikerjakan lebih awal oleh pihak pengembang. “Kondisi proyek utilitas di MT Haryono sampai Kampung Melayu memang seakan-akan ngambil badan jalan. Karena trotoar nanti ada disebelahnya namun sekarang seolah-olah ada di tengah jalan galiannya,” ungkapnya.

mengular

Dijelaskan Cahyo, proyek pelebaran trotoar dan lubang utilitas yang sedang dikerjakan memang dimulai dari titik Terminal Kampung Melayu hingga di bawah fly over Cawang Kompor. Lebar trotoar pun disesuaikan dengan kondisi jalan mulai 2 meter atau 2,5 meter akibat konsisten lajur. “Kenapa dibuat demikian? Untuk menghindari bottle neck atau penyempitan jalan. Jadi ada konsistensi lajur,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan trotoar dan Utilitas di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, ternyata belum memiliki Analisis Dampak (amdal) Lalulintas. Akibat hal itu, sejak dibuatnya lubang yang berada di tengah jalan, tak ada rekayakasa lalulintas hingga pemasangan rambu.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Suhli mengatakan, proyek pembangunan yang saat ini menjadi penyebab kemacetan sama sekali belum ada upaya kordinasi. Karena itu, pihaknya belum bisa melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari. “Belum ada surat yang kami terima, karena itu anggota yang bertugas hanya mengurai kemacetan saja,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Suhli, seharusnya proyek pembangunan yang memakan badan jalan itu memiliki amdal Lalulintas. Sehingga, rekayasa bisa dilakukan pihaknya untuk mengatasi kemacetan yang ada. “Rekayasanya nanti MCB yang di jalur busway kita bisa angkat, kita pasang rambu di beberapa titik. Banyak upaya yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Akibat hal itu, warga dan pengguna jalan pun mengeluhkan kondisi yang terjadi. Pasalnya, proyek pembangunan yang sudah mendekati Jalan Dewi Sartika, menimbulkan kemacetan yang luar biasa karena kendaraan mengular hingga 3 kilometer akibat lubang yang digali ditengah jalan. (Ifand/tri)