NAMANYA pernah ditulis di dinding penjara Salemba, Jakarta Pusat. ‘Gatot LP Salemba1981’ ya coretan itu ia tulis sendiri saat ‘mondok’ selama empat tahun akibat menusuk guru.
Gatot menuturkan dirinya pernah terlibat aksi kekerasan dengan menusuk guru sebuah SMP di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada tahun 1981 akibat dirinya tidak lulus sekolah.
“Saya waktu itu kesal sekali sudah susah susah sekolah eh ternyata ga lulus juga,” tuturnya di Alun-Alun Cilacap, Jawa Tengah, baru baru ini.
Pria yang memiliki pekerjaan sebagai penarik becak dan juga bandar rongsokan mengaku tanpa pikir panjang lagi mengayunkan sebilah pisau yang membuat luka di paha kanan gurunya.”Tapi setelah itu saya menyesal,” kenangnya.
Gatot menjelaskan saat itu dirinya berusia 18 tahun. “Karena kan saya juga ga lulus SD tapi saya tetap mau sekolah maka saya sekolah di sekolah SMP yang murid-muridnya ada yang sudah kerja,” katanya.
Pria berusia 54 tahun itu menuturkan sejak usia 6 tahun ikut saudaranya di daerah Jalan Selamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur. Sementara kedua orang tuanya tinggal di Cilacap.
“Aku setelah menjalani hukuman selama empat tahun balik pulang kampung ke Cilacap. Tekad aku cuma satu ingin menjadi orang baik dan pergi ke Tanah Suci entah bagaimana caranya,” tutur duda dua anak ini.
Keinginan kuat itu akhirnya terkabul. Ia akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta dan diberangkatkan ke Timur Tengah. “Alhamdulillah akhirnya saya bisa umrah mas saat saya bekerja jadi kuli bangunan di Arab,” akunya.
Soal perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya yang keduanya wanita, akunya, sangat dipentingkan. “Syukur alhamdulillah saya bisa menyekolahkan anak saya sampai tamat D3 dan sekarang mereka sudah menikah,” jelas pria yang ditinggal istrinya karena memilih jadi TKI di Singapura.
Gatot yang sehari hari tinggal di mobil Panther yang berfungsi sebagai tempat tinggalnya karena sudah tak memiliki rumah mengaku sebisa mungkin menyisihkan sehari Rp5.000 untuk disedekahkan. “Sudah berjalan hampir setahun tiap hari saya sedekah ini. Puasa selama 40 hari pun sudah saya lakukan. Sebisa mungkin salat lima waktu tidak saya tinggalkan,” katanya.(bu)