Situs toto adalah langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan. Contohnya di pasaran togel Macau, para penjudi memasuki dunia yang penuh dengan kegembiraan dan kejutan. Dengan tekad yang kuat, mereka siap memutar otak untuk merumuskan prediksi berdasarkan angka keluaran data macau 4d beberapa bulan sebelumnya.

Pernah dengar situs judi poker online terpercaya dari IDNPLAY? Jika ya maka tidak salah lagi bahwa idnpoker adalah jawabannya. Situs ini juga menyediakan download APK terbaru dan link login alternatif untuk pemain di wilayah Indonesia dan benua Asia.

Wednesday, 13 November 2019

Nasdem-PKS-Jokowi & Mega Tafsir Bebas Soal Rangkulan

Rabu, 13 November 2019 — 6:46 WIB
sentilan nasdem

BERANGKULAN adalah tanda akrabnya persahabatan. Tapi berangkulannya politisi oposisi Sohibul Iman  dengan Surya Paloh yang pro pemerintah, bisa bikin Presiden Jokowi “cemburu” juga. Namun dalam penutupan Konggres Nasdem ke-II, kecemburuan itu mencair, bahkan Surya Paloh bersayang-sayang pada Jokowi dan Mega.

Berjabatan tangan disusul berangkulan, sudah menjadi tradisi global. Setiap pemimpin dunia bertemu, mereka cipika-cipiki dan berangkulan. Dalam skala kecil, setiap selesai salat berjamaah, imam disalami dan kemudian berangkulan dengan jemaahnya secara bergantian. Itu semua tanda keakraban.

Tapi jika yang berangkulan kedua politisi berseberangan, yakni Surya Paloh Ketum Nasdem yang pro pemerintah, dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang oposisi; bisa dimaknai macam-macam. Presiden Jokowi yang “petugas” partai PDIP, “cemburu” juga dibuatnya karena dia sendiri tak pernah dirangkul seerat itu. “Habis berangkulan wajahnya nampak cerah,” kata Jokowi.

Memang, pasca Surya Paloh-Sohibul Iman berangkulan mesra, tafsir liar bermunculan. Ini dikaitkan dengan niat Nasdem yang mau mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Walhasil, rangkulan Surya Paloh ke Sohibul Iman tak lebih dalam rangka mencari dukungan kursi DPR di Pilpres 2024.

Diundangnya Anies Baswedan di Konggres ke-II Nasdem di hari pembukaan, sementara Presiden Jokowi malah di hari penutupan; semakin menguatkan dugaan bahwa Nasdem sudah pasang kuda-kuda, meski Pilpres 2024 masih 5 tahun lagi.

Tapi di hari penutupan Konggres Nasdem ke-II, Jokowi telah berhasil “balas dendam” gentian memeluk erat-erat Bang Surya. Jokowi juga menyayangkan, kenapa komentar guyon tentang rangkulan Surya Patoh-Sohibul Iman ditafsirkan macam-macam?

Dugaan Nasdem “berselingkuh” dengan PKS, mencair sudah. Apa lagi Surya Paloh juga menepis tuduhan bahwa partainya akan mengusung Anies Baswedan-Ridwan Kamil di 2024. Yang benar, 2 tahun sebelum Pilpres 2024 Nasdem akan menggelar konvensi Capres. Itu artinya Anies harus berjuang dulu, tak serta merta menjadi Capresnya Nasdem.

Yang menarik, dalam pidato penutupan Konggres Surya Paloh sempat menyebut sayang pada Jokowi dan Megawati, meski Ketum PDIP itu hanya senyum kecut. Tapi gaya bersayang-sayang Surya Paloh itu mengingatkan pada lagunya Rano Karno di tahun 1990-an, yang bisa diplesetkan menjadi: “Jo-kowi yang sangat  kusayang, Bu Mega yang tak pernah manja, anggun pribadimu, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan…..!” (gunarso ts)