Friday, 06 December 2019

Jokowi ke Penegak Hukum: Jangan Gigit Orang yang Benar

Rabu, 13 November 2019 — 17:11 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019. (ist)

Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019. (ist)

JAKARTA – Dalam acara Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019, Presiden Jokowi melontarkan kritikan kepada aparat penegak hukum yang disebutnya salah gigit.

“Saya ingatkan (kepada para penegak hukum), jangan menggigit orang yang benar,” kata Jokowi Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Menurut dia, kalau yang salah silakan digigit. “Tapi, yang benar jangan sampai digigit dan jangan pura-pura salah gigit,” ujar Jokowi.

Presiden juga mengingatkan aparat penegak hukum jangan pernah menggigit pejabat atau pelaku-pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini.

“Tugas saudara-saudara (penegak hukum) adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda-agenda besar strategis bangsa kita,” ucapnya.

Jokowi menegaskan aparat penegak hukum untuk menegakkan dan memberikan kepastian hukum sebagaimana mestinya.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh sampai membuat takut pihak-pihak yang justru ingin mengeluarkan kebijakan dan berinovasi demi kemajuan bangsa.

Presiden mengaku dirinya banyak menerima laporan mengenai oknum penegak hukum yang bermain-main dengan jabatannya dengan memeras birokrat yang berinovasi dan mengeluarkan kebijakan untuk kemajuan bangsa.

Ia langsung memerintahkan Kapolri, Jaksa Agung, dan pihak terkait lainnya untuk langsung mencopot para penegak hukum dengan mental seperti itu.

“Saya juga tidak akan memberikan toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya hanya menakut-nakuti dan mengganggu inovasi, yang kerjaannya justru memeras birokrat dan pejabat,” tuturnya.

Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri dan para penegak hukum untuk menjaga kewibawaan. Ia meminta agar kewibawaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung agenda besar bangsa Indonesia.

Presiden meminta siapapun mendorong penciptaan lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita. Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor juga agenda besar bangsa kita. “Jangan pernah ada yang bermain-main di area ini. Saya sudah wanti-wanti, kalau di area ini masih ada yang bermain-main, akan saya gigit sendiri,” tandasnya. (johara/yp)