Saturday, 14 December 2019

Pangkostrad Berikan Pembekalan Kepada Prajurit Satgas RDB XXXIX-B Munosco Kongo

Minggu, 17 November 2019 — 1:07 WIB
Pangkostrad memberikan pembekalan kepada prajurit Satgas RDB XXXIX-B Munosco Kongo.

Pangkostrad memberikan pembekalan kepada prajurit Satgas RDB XXXIX-B Munosco Kongo.

JAKARTA –  Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan memberikan pengarahan kepada Prajurit Satgas RDB XXXIX-B Munosco Kongo bertempat di Aula PMPP TNI, Citeurep, Bogor, Jawa Barat. Jumat (15/11).
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia atau (PMPP TNI) adalah satuan yang berada di bawah kendali Markas Besar Tentara Nasional Indonesia yang diperuntukan bagi calon Pasukan Perdamaian Indonesia, alias Kontingen Garuda yang akan bertugas ke luar negeri.
Sejak lama, memang Indonesia dikenal sebagai negara kontributor Pasukan Perdamaian PBB. Banyak pula hambatan yang dialami para personel Pasukan Perdamaian, diantaranya adalah hambatan bahasa, hambatan prosedur operasi, dan pengetahuan global lainnya.
Dengan tugas pokok untuk melaksanakan perencanaan dan penyiapan personel TNI dalam penugasan, pelatihan dan pendidikan yang berkaitan dengan tugas pemeliharaan perdamaian PBB, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dalam pengarahannya, Pangkostrad mengucapkan selamat kepada para prajurit yang sudah terpilih untuk mewakili Indonesia untuk melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian di Munosco Kongo,” ujar Pangkostrad.
Pangkostrad berpesan agar seluruh prajurit memahami tugas dan selalu menjaga nama baik satuan dengan tidak melakukan pelanggaran dan selalu berbuat yang terbaik demi mengharumkan nama Indonesia, salah satunya dengan melaksanakan tugan ini dengan baik.
“Seperti yang kita ketahui, sudan puluhan kali TNI di tugaskan diluar negri dalam berbsgai misi PBB dan belum pernah terdengan TNI gagal dalam melaksanakan tugas tersebut,” ucap Pangkostrad.
“Selamat TNI melaksanakan tugas di berbagai negara, sudah banyak hal positif yang diterima salah satunya adalah TNI sudah diterima baik oleh masyarat dunia,” tambah Pangkostrad.
Ditegaskan Pangkostrad, dalam pelaksanaan tugas, 8 kekuatan cakra harus digunakan dalam kegiatan sehari hari termasuk dalam misi perdamaian ini. Kemampuan 8 kekuatan  cakra yang bisa digunakan adalah komunikasi yang baik. “Dengan komunikasi yang baik, maka akan mempermudah dalam melaksanakan tugas,” ujar Pangkostrad. (ril/win)