Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 21 November 2019

Titik Beratkan Hal Formil

Tiga Komisioner, Agus Rahardjo, Laode, Saut, Ajukan Judicial Riview UU KPK

Rabu, 20 November 2019 — 20:18 WIB
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif. (ikbal)

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif. (ikbal)

JAKARTA – Tiga komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, Laode M. Syarif dan Saut Situmorang mengajukan permohonan uji materi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Dalam permohonan yang didukung 39 pengacara itu, mereka lebih menitikberatkan terkait hal formil. Meski demikian Laode menyebut hal formil nantinya terkait dengan materi undang-undang KPK yang baru.

“Yang kita minta uji adalah uji formilnya. Tetapi dalam dokumen kami menjelaskan beberapa kaitan antara uji formilnya itu dengan beberapa isi dalam undang-undang KPK yang baru,” katanya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (20/11/2019).

Laode menjelaskan permohonan judicial review didasari pada pembentukan undang-undang KPK baru oleh DPR RI. Menurutnya terdapat kesalahan dalam pembentukan UU KPK yang baru..

“Karena proses formilnya tidak sesuai dengan aturan atau undang-undang tentang pembentukan peraturan perundang-undngan maka kami bisa jelaskan yang akhirnya banyak kesalahan yang ada di materil. Tapi tujuan utama pengujian ini kami menguji formilnya  dulu. Karena kami melihat proses pembentukan UU KPK iti tidak sesuai dengan syarat pembentukan undang-undang,” jelasnya.

Terkait kerugian  konstitusional sebagai warna negara, dia menerangkan bahwa korupsi merupakan musuh utama  Indonesia yang dapat berakibat pada kehidupan masyarakat. Pelemahan pemberantasan korupsi, imbuhnya, dapat menyuburkan praktik rasuah yang merugikan rakyat secara langsung.

“Kita tahu persis yang menjadi musuh utama negara ini adalah korupsi. Akibat korupsi berapa rakyat miskin sekarang, menurut BPS masih 20 juta jiwa lebih. Menurut para ahli salah satunya diakibatkan oleh miss management dan korupsi yang banyak,” paparnya.

“Karena itu jika pemberantasan korupsi tidak   dikerjakan dengan baik dan lembaga antikorupsi seakan diperlemah seperti itu, akan berakibat pemenuhan hak dari seluruh masyarakat,” pungkas Laode. (ikbal/win)