JAKARTA – Nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, terpaksa ‘gali lobang tutup lobang’ untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi itu sendiri, terjadi sejak beberapa pekan belakangan ini akibat anjloknya tangkapan yang diperoleh mereka.
Sumarjo (50) salah satu nelayan mengatakan, memasuki Desember yang juga bertepatan dengan akhir tahun seperti ini hasil tangkapan laut bagi nelayan memang kerap anjlok hingga berdampak juga pada pendapatannya .
“Musim angin barat setiap pergantian akhir tahun seperti ini, biasa memang tangkapan di laut dikit. Yang sehari biasa bisa dapat 10 kilogram rajungan (kepiting), ini hanya dapat 1 kilogram,” ujarnya, Selasa (3/13/2019), kepada Pos Kota.
Menurut pria asal Indramayu, Jawa Barat tersebut, untuk 1 kilogram rajungan yang diperolehnya dihargai Rp35 ribu. Dan uang tersebut, sambungnya, tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari hari .
“Jangan buat sehari-hari, buat bekal dan solar kapal sekali berangkat saja tidak cukup. Yang ada malah rugi, tidak nutup karena setiap kali menebar paling dikit keluar uang Rp50 ribu,” paparnya.
Keluhan serupa, juga dikeluhkan nelayan Muara Angke lainnya, Didi (48). Nelayan rajungan dan ikan ini, mengatakan ‘gali lobang, tutup lobang’ untuk memenuhi kebutahan ekonomi keluarganya kemungkinan akan terus hingga pergantian tahun.
“Ya kalau dibilang malu, ya sudah pasti malu karena buat makan saja harus hutang dalu. Tapi kan mau bagaimana lagi, dan untungnya juga warung yang dihutangi ngerti in,” ungkapnya.
Kondisi seperti ini sendiri, sambungnya, diharapkan ia dan nelayan lainnya dapat berlalu agar ekonomi keluarganya juga ikut pulih. (deny/tri)