DEPOK – Hujan yang turun sekitar satu jam lebih sejak pukul 16:30 hingga pukul 17:45 di kawasan Kota Depok membuat sejumlah ruas jalan utama (protokol) dan lingkungan di Kota Depok terendam banjir, bahkan di kawasan Cilodong terjadi longsor.
“Banjir atau genangan air di Jalan Raya Arief Rachman Hakim membuat arus lalu lintas dari arah Jalan Margonda terjadi antrean panjang karena kendaraan tidak dapat melintas di ujung jembatan layang Arief Rachman Hakim,” kata Yusuf, warga Perumnas Depok Satu, Jumat petang (27/12/2019).
Genangan air di ujung jembatan layang mencapai ketinggian 30 cm akibat saluran air menuju Setu Pladen tersumbat sampah dan meluap ke badan jalan, ujarnya tidak hanya di kawasan jalan utama namun di jalan lingkungan Kampung Lio dan Jalan Tanah Baru juga sempat teredam air setinggi mata kaki orang dewasa.
Sejumlah petugas kepolisian dan satuan tugas DPUPR Depok langsung turun ke lokasi membantu mengatur arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Arief Rachman Hakim untuk mengatur arus lalu lintas serta membersihkan sampah yang menyumbat air di saluran air tersebut.
Longsor di Perumahan Kemang Pratama
Sementara itu, Ketua LPM Cilodong, Abuy, mengatakan di wilayahnya ada tiga lokasi yang longsor mengenai beberapa rumah warga akibat tiang telepon roboh.
“Longsor terjadi akibat tanah tidak kuat menahan beban resapan air hujan di RW 08, Kel. Kalibaru perbatasan dengan RW 05, perumahan Kemang Pratama, lingkungan RW 09 dan RW 010, Kel. Kalibaru,” ujarnya.
Sedangkan, Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, mengakui anggota Satgas DPUPR Depok langsung turun tangan di sejumlah titik rawan banjir terlebih di Jl. Raya Arief Rachman Hakim untuk membersihkan sampah di saluran air.
“Untuk lokasi longsor di RW 08, 09 dan 10, Kel. Kalibaru, Kec. Cilodong anggota Satgas DPUPR juga telah membantu mengeruk lumpur atau tanah yang longsor di depan perumahan tersebut,” ujarnya. (anton/win)