Thursday, 12 December 2019

Sudah Delapan Pelatih Jadi ‘Tumbal’ Shopee Liga 1 2019

Selasa, 13 Agustus 2019 — 13:00 WIB
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.(ist/persebaya)

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.(ist/persebaya)

JAKARTA – Tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di antara pemain serta tim di papan atas, tengah, dan bawah klasemen, sebanyak delapan pelatih bahkan sudah menjadi tumbal dari sengitnya persaingan di ajang Shope Liga 1 2019. Terakhir, Djadjang Nurdjaman diganjar pemecatan setelah 13 kali menukangi Persebaya Surabaya dalam perjalannya di Liga 1.

Ganjaran itu diterima Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman setelah Persebaya ditahan Madura United 2-2 di Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/8/2019). Seperti disadur dalam laman resmi Persebaya, manajemen sudah menyampaikan hasil evaluasi dari beberapa laga sebelum memecat Djanur.

“Kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,” kata Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, terkait keputusan manajeman klub memecat Djanur.

Djanur sendiri menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.

Selama menukangi klub kebangaan Ibu Kota Jawa Timur itu, Djanur sebenarnya pelatih yang bagus. Sayang, musim ini permainan Persebaya memang masih jauh dari kata memuaskan. Tujuh pertandingan terakhir, tim berjuluk Bajol Ijo hanya sekali menang. Empat kali seri, dan dua kali kalah. Melawan tim yang belum pernah menang, Semen Padang FC, Persebaya bahkan harus puas bermain imbang tanpa gol.

Dipecatnya Djanur semakin menambah sederet pelatih yang harus menerima pemecatan di saat Liga 1 belum memasuki paruh musim. Sebelum Djanur, sebanyak tujuh pelatih sudah lebih dulu berhenti dari tugasnya menukangi sebuah tim di saat kompetisi masih berjalan.

Sebagaimana diketahui, Ivan Kolev sudah lebih dulu mengundurkan diri dari Persija Jakarta pada 3 Juni 2019. Disusul Jacksen F. Tiago yang mengundurkan diri dari Barito Putera, 20 hari berselang. Kemudian ada Aji Santoso yang melepaskan jabatannya sebagai pelatih Persela Lamongan pada 30 Juni 2019.

Selanjutnya, Luciano Leandro dipecat Persipura Jayapura pada 30 Juni 2019, disusul Syafrianto Rusli yang mengundurkan diri dari Semen Padang, satu pekan berselang. Jan Saragih menjadi pelatih keenam yang harus melepaskan jabatannya setelah dipecat Perseru Badak Lampung pada 28 Juli 2019, disusul Jafri Sastra yang dipecat PSIS Semarang pada 8 Agustus 2019.

Dengan tren dipecat dan mundurnya seorang pelatih di Liga 1 musim ini, kemungkinan akan terus berlanjut jika melihat ketatnya kompetisi. Hal itu bisa saja menimpa beberapa pelatih lainnya yang kini tengah mendapat ‘lampu kuning’.

Tidak hanya karena merosotnya performa tim dalam beberapa laga terakhir, keberadaan pelatih yang belum memberikan dampak positif bagi tim juga bisa menjadi salah satu alasan pihak klub untuk tidak lagi memberikan kepercayaan. Salah satunya, Robert Alberts, yang kini menukangi Persib Bandung dan Julio Banuelos yang posisinya dianggap masih belum aman di Persija. Jika Persib masih puasa kemenangan dalam lima laga terakhir, Persija belum pernah lagi menambang tiga angka dalam empat laga. (junius/ys)