JAKARTA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan dua nama calon wakil gubernur (Cawagub) yang sudah ada tidak akan diganti. Fraksi akan perjuangkan dua nama tersebut.
“Dua nama sudah diajukan berdasar kesepakatan dengan Gerindra. Jadi hingga kini kita tidak ada niat untuk menggantinya,” kata Abdurrahman Suhaimi, anggota Fraksi PKS, Rabu (13/11/2019).
Menurut Suhaimi yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu, pihaknya akan terus mengupayakan agar dewan segera menggelar Pilwagub.
Hal tersebut disampaikan karena setelah wacana empat nama dari Gerindra, kini ada lagi pergantian nama dari PKS sendiri.
Menurutnya, hingga kini belum ada pergantian resmi dari Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu menjadi Adhayaksa Dault dan Nurmansyah Lubis.
“Intinya gini, secara formal belum ada. Secara formal ya, yang surat resmi kemudian diajukan ke Gubernur untuk menggantikan dua nama sampai detik ini belum ada,” kata Suhaimi.
Suhaimi mengakui secara informal banyak usulan nama cawagub yang ditujukan kepada PKS. “Kalau usulan banyak. Usulannya kan kemarin itu empat nama itu. Termasuk Pak Adhyaksa juga muncul namanya dan seterusnya,” ujarnya.
Meskipun begitu, lanjut Suhaimi, PKS tetap kepada kesepakatan awal dengan Gerindra yakni mengajukan nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnomo menegaskan, hingga ini belum ada perubahan terkait usulan cawagub yang akan dipilih untuk menjadi Wagub DKI. Jumlah kandidat yang dicalonkan PKS ada dua orang.
“Cawagub yang kami usulkan untuk dipilih DPRD DKI menjadi Wagub masih tetap dua calon. Keduanya adalah Sekertaris DPW PKS Jakarta Agung Yulianto dan Anggota DPR RI Ahmad Syaikhu,” ungkapnya.
Bahkan, Syakir menjelaskan, sampai saat ini belum ada informasi terbaru dari Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) tentang nama baru yang akan diajukan. “Dengan demikian, jatah kursi Wagub DKI memang masih milik kami,” tegasnya. (john/ys)