Saturday, 07 December 2019

Dianggap Cocok di Pertamina, Ahok Diminta Lakukan Revolusi

Kamis, 14 November 2019 — 7:33 WIB
Ahok Lompat

JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dianggap menjadi sosok yang tepat untuk memimpin salah satu perusahaan milik negara yang strategis seperti Pertamina. Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing menilai Ahok dapat membenahi Pertamina.

“Saya juga berharap Ahok melakukan revolusi struktural, revolusi manajerial, revolusi kinerja dimana dia ditempatkan. Jadi saya termasuk yang mendukung beliau. Kalau boleh, dia memegang Dirut yang sangat strategis, yaitu Pertamina. Dirut Pertamina saja. Jadi kalau ada mafia-mafia di sana, dihabisi semua, ” ujarnya kepada poskotanews.com, Rabu (13/11/2019).

Emrus juga berharap agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu rela dipangkas gajinya saat memimpin salah satu BUMN. Dia menilai gaji bos BUMN saat ini terlampau tinggi.

“Ada saran kepada Ahok. Dia kan orang yang, menurut saya, sangat tidak matre. Karena itu saya kira dimana pun dia ditempatkan, sejatinya dia mengurangi gaji dan tunjangan para Dirut, direksi dan fasilitas karena Dirut kita ini gajinya lebih besar dari Presiden. Cukup gajinya Rp30 juta. Kurangi fasilitas dan tunjangan,” harapnya.

“Supaya BUMN profitnya bertambah dan bisa menyumbang APBN dan mensejahterakan rakyat,” imbuh dia.

Terkait dengan catatan Ahok yang pernah terjerat hukum kasus penodaan agama hingga dipenjara selama dua tahun, Emrus menganggap tidak bermasalah. Menurutnya, jabatan di BUMN yang berorientasi kepada profit berbeda dengan jabatan publik.

“Untuk jabatan yang sifatnya non profit, saya pikir, katakanlah yang sifatnya pejabat publik, itu kan masih banyak yang resisten terhadap dia. Tapi kalau itu usaha profit, seperti misalnya BUMN itu jabatan yang paling tepat untuk dia. Karena orientasinya kan BUMN itu orientasinya profit,” jelas Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner ini.

Ahok mendatangi kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). Ia mengaku diminta Menteri BUMN, Erick Thohir, bergabung di salah satu BUMN.

“Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara,” tandas Ahok. (ikbal/yp)