Thursday, 12 December 2019

Punya Partai Sendiri, Kini Fahri Hamzah Mulai Menyerang PKS

Minggu, 17 November 2019 — 10:45 WIB
Fahri Hamzah (rizal)

Fahri Hamzah (rizal)

JAKARTA – Setelah memiliki partai sendiri, Partai Gelora, Fahri Hamzah kini mulai menyerang bekas partainya, yakni PKS.

 

Fahri yang duduk sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) mengatakan di PKS kekuasaan dan kebenaran absolut yang berlaku pada pucuk pimpinannya.

 

“Untuk menjawab komentar-komentar dari para petinggi PKS itu. Kita harus tahu, pertama-pertama bahwa di PKS itu pimpinan itu memiliki kekuasaan absolut dan memegang kebenaran absolut sehingga memang tidak mungkin ada yang bantah,” kata Fahri kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019).

Hal tersebut disampaikan Fahri saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring yang meminta Partai Gelora tak mengacak-acak kader PKS.

Menanggapi pernyataan Tifatul, Fahri mengilustrasikan bagaimana kewenangan Majelis Syuro PKS. Dia menyinggung masalah feodalisme yang menyatu dengan kekuasaan.

“Jadi misalnya Ketua Majelis Syuro dalam kepemimpinannya, partai pecah, dia bisa menyalahkan orang lain bahwa partai ini pecah. Padahal dia yang mimpin,” sebutnya.

“Nah ini yang sebenarnya budaya kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab dan memang susah, karena feodalisme itu menyatu dengan kekuasaan sehingga tidak ada koreksi kepada pimpinan. Apa yang dikatakan pimpinan seolah benar, padahal ini semua adalah buah dari kesalahan pimpinan,” imbuh Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR RI  ini menilai, di PKS tidak berlaku prinsip introspeksi. Fahri menyebut PKS berlaku pimpinan tak mungkin salah.

“Jadi kalau orang pecah, pertanyaannya itu di bawah kepemimpinan siapa? Seharusnya kan menyalahkan diri dan bahkan mengundurkan diri. Tapi di PKS itu tidak ada logika semacam ini. Yang ada adalah pemimpin nggak mungkin salah. Nah itulah yang menyedihkan sampai kapan pun,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tifatul tak mempersoalkan berdirinya Partai Gelora yang dipimpin Anis Matta dan Fahri Hamzah. Namun, Tifatul meminta agar PKS tidak diacak-acak.

“Bagi saya kalau mereka buat partai baru ya monggo. Tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini,” ujar Tifatul di sela-sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019) lalu. (win)