Monday, 09 December 2019

Kader Golkar Diminta Aktif Berperan di Pemerintahan dan Parlemen

Senin, 2 Desember 2019 — 12:04 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo. (ist)

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo. (ist)

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Sharif Cicip Sutardjo meminta Dewan Pimpinan Pusat (DDP) Partai Golkar terus berperan aktif mengambil peran strategis di pemerintahan dan parlemen. Dia mengingatkan peranan penting parti politik dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional melalui ide, gagasan dan kebijakan.

“Saya menilai pembangunan di Indonesia memang tumbuh baik. Indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami kenaikan, angka kemiskinan dan angka pengangguran menurun. Tetapi hal itu perlu diperhatikan lebih mengingat gejolak perekonomian dunia,” ujarnya dalam acara Pendidikan Politik Partai Golkar 2019, di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat.

Tantangan ekonomi Indonesia ke depan, lanjutnya, tidak mudah dan sederhana. Perang dagang antara China dan AS sangat penting dicermati karena akan membawa dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia. “Persaingan memperebutkan posisi ekonomi nomor satu di dunia antara China dan AS itu yang harus dicermati baik-baik,” kata Cicip.

Partai Golkar sendiri menggelar acara Pendidikan politik Partai Golkar yang dilaksanakan pada 28 dan 30 November 2019 di Merlyn Park Hotel, Jakarta Pusat, dengan tema “Pembangunan Nasional sebagai pengejawantahan Ideologi Pancasila”. Selain mengundang kader partai, agenda tersebut juga menghadirkan masyarakat umum dari berbagai kalangan.

Tujuan kegiatan dengan tema tersebut, Partai Golkar berharap masyarakat luas bisa menjadikan Pancasila sebagai arah, dasar, dan haluan dalam pembangunan nasional. Nilai-nilai luhur yang termuat dalam butir-butir Pancasila harus menjadi ruh pengambilan kebijakan-kebijakan strategis.

Tujuan pembangunan nasional jelas disebutkan dalam Pancasila, yakni terciptanya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jadi konsep pembangunan beserta turunannya harus diarahkan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. (*/ys)