Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Tuesday, 03 December 2019

Mantan Pengacara Tommy Winata Khilaf Pukul Hakim

Senin, 2 Desember 2019 — 20:46 WIB
Mantan Pengacara Tommy Winata, Desrizal bersama kuasa hukumnya. (ist)

Mantan Pengacara Tommy Winata, Desrizal bersama kuasa hukumnya. (ist)

JAKARTA – Desrizal, mantan pengacara Tommy Winata, mengaku sangat menyesal telah memukul dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan ikat pinggang. Ia khilaf karena gugatan kliennya ditolak majelis hakim.

“Saya menyesal yang mulia. Apa yang saya lakukan adalah mencemarkan nama baik pengadilan,” kata Desrizal saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Desrizal didakwa telah memukul dua hakim PN Jakarta Pusat yaitu Sunarso dan Duta Baskara dengan ikat pinggang saat sidang putusan wanprestasi yang diajukan kliennya Tommy Winata terhadap PT Geria Wijaya Prestige (GWP). Akibat tindakannya ke dua hakim mengalami luka.

Desrizal mengatakan apa yang telah dilakukan sangat tidak baik bagi institusi pengadilan. Namun, dirinya tidak ada maksud untuk menyerang pengadilan.

“Saya khilaf dan putus asa karena gugatan klien saya ditolak majelis hakim,” ucapnya.

Ia berjanji tidak akan mengulang perbuatannya. “Saya sangat menyesal, apa yang saya lakukan tidak ada maksud menyerang institusi,” kata Desrizal.

Ia memahami seharusnya kalau ada yang berkaitan dengan kode etik hakim dapat dilaporkan ke Komisi Yudisial atau KY. (tarta/yp)