Monday, 09 December 2019

Tak Berizin, Bangunan Kos-Kosan Dibongkar

Senin, 2 Desember 2019 — 17:37 WIB
Petugas sedang membongkat bangunan yang menyalahi ijin. (wandi)

Petugas sedang membongkat bangunan yang menyalahi ijin. (wandi)

JAKARTA – Satpol PP Jakarta Selatan tak memberi tolensari terhadap pelaku pelanggaran, terutama bangunan bermasalah di wilayahnya. Tercatat dalam selama periode Januari-Desember 2019, ada 54 bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga diobrak-abrik petugas.

Kasat Pol PP Jakarta Selatan mengaku tidak akan main-main terhadap pelaku pelanggaran bangunan yang melanggar izin mendirikan bangunan (IMB). Menurutnya, ini dilakukan tujuannya agar warga yang akan membangun harus sesuai dengan prosedur yang ada.

“Memang dari 60 target penertiban bangunan di tahun 2019, yang akan kita bangkos, hingga saat ini kita sudah bongkar 54 bangunan yang melanggar IMB,” kata Ujang Harmawan, di sela-sela penertiban pembangunan rumah kos di Jalan Jiban II RT 008/01, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (2/12/2019).

Ia mengatakan pembongkaran rumah kos tersebut karena pembangunannya mendahului proses izin. Selain itu, pembangunan yang dilakukan oleh pemilik melanggar aturan terkait jarak bebas belakang sehingga pihaknya mengambil tindakan tegas untuk membongkarnya.

“Jadi harus ada ruang antara bangunan di belakangnya agar bisa proses IMB, dan PTSP bilang dimungkinkan bisa masuk izin. Saya menyarankan kepada pemilik agar datang dan mengajukan ijin langsung ke PTSP,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Trantibum Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti menambahkan, pembongkaran rumah kos di atas lahan 500 M2 itu rekomendasi dari pihak Suku Dinas Cipta Karya dan Pertanahan (Citata). Karenanya pembongkaran dilakukan hanya pada bagian yang melanggar.

“Yang sudah ditandai yang kita bongkar, itu bagian yang tidak masuk IMB. Pemilik juga sudah bikin surat pernyataan agar melanjutkan pembongkaran bagian yang tidak bisa masuk IMB,” jelas Nanto.

Sementara, Triana, pemilik bangunan, hanya bisa pasrah bangunan rumahnya dibongkar. Bahkan ia mengku udah mengajukan proses IMB rumah kost tersebut, tapi ditolak oleh pihak PTSP Jakarta Selatan.

“Saya kira bisa bangun dulu sambil proses IMB berjalan. Eh, enggak tahunya jadi begini (dibongkar). Yah gimana lagi saya pasrah meski harus di bongkar seperti ini,” kata Tiara. (wandi/yp)